SI JABRIK
Untuk logo, dari berbagai macam logo yang dibuat oleh radio ini, ada satu logo yang paling kuat imagenya. Logo itu berupa seraut wajah perempuan berambut keriting, gambar vinyet. Orang-orang menyebutnya “Si Jabrik”. Logo ini belum ada waktu Prambors masih zaman geng.
Jadi awalnya sih asal bikin stiker bertuliskan “Prambors”. Nggak seragam, ya nggak jadi soal. Ceritanya berubah ketika Prambors harus jadi sebuah badan usaha. “Di situ kita mulai memikirkan lambang Prambors,” cerita Imran. Lirik punya lirik, ada satu sampul album kelompok musik asal Belanda – The Ekseption- yang menarik hati.
Gambarnya kira-kira hampir sama dengan logo “si Jabrik”. “Supaya jangan nyontek penuh, gambarnya dimodifikasi. Kalau dulu gambar ceweknya ke atas, yang kita ceweknya menghadap ke bawah. Tapi ide dasarnya memang dari situ,” tambah Imran. Yang mengubah gambar itu dalah salah satu penyiar Prambors, namanya Wimi.
Dia memang jago gambar. Logo ini sudah mulai digunakan sekitar tahun 1969, saat Prambors sudah berbentuk yayasan. Cewek keriting ini begitu popular, sampai-sampai banyak yang meniru dan memasang di kaca mobil. Bahkan, beberapa bus Jakarta-Bandung malah menghias si jabrik di kaca belakang dalam ukuran gede.
Tahun 1980-an, ukuran si Jabrik mengecil, hanya ada di dalam huruf “O” dalam tulisan “Prambors”. Namun, logo ini benar-benar raib saat Prambors memperkenalkan stiker kuning “102,3 FMania”. Ketika Prambors mengganti logonya dalam bentuk biru oval berbingkai hitam, si Jabrik pun tak diikutsertakan.
Tamat? Belum. Di millennium baru, tahun 2001, si Jabrik nongol lagi. Spirit dari gerakan “retro” di Prambors meningkat lagi, yaitu untuk menjadi yang terbaik sejak 30 tahun lalu.
About History
|