5 Cara Ekstrem Agensi K-Pop Membuat Trainee Turunkan Berat Badan, Bagian 1

Kawula Muda, ada perusahaan yang menerapkan terapi berkaitan dengan listrik lho!

Foto ilustrasi. (FREEPIK.COM)
Sat, 15 May 2021

Sebagian besar penggemar K-Pop pasti sudah banyak yang mengetahui bahwa setiap perusahaan agensi memiliki peraturan tersendiri terkait berat badan anak asuh mereka. Tetapi, apakah kalian tahu seberapa jauh perusahaan memaksa para trainee untuk menurunkan berat badan mereka?

Sebuah rahasia kelam akhirnya diungkap oleh lima mantan trainee dari berbagai agensi tentang kebenaran dari semua metode penurunan berat badan yang diterapkan oleh masing-masing agensi. Bahkan terkuak bahwa cara yang dilakukan oleh mereka dinilai cukup ekstrem.

Namun, bagi para trainee metode ekstrem tersebut terpaksa dilakukan demi mendapatkan kesempatan untuk debut sebagai seorang idol.

Berikut adalah 5 cara ekstrem yang diterapkan oleh sebuah perusahaan agensi untuk membuat para trainee menurunkan berat badan.

1. Suntikan dengan sengatan listrik 

Dalam sebuah wawancara dengan BuzzFeed News beberapa waktu lalu, mantan trainee dari MIDAS Entertainment dan kontestan Produce 101 bernama Kathy Lee mengungkapkan bahwa dia pernah ditipu untuk meminum pil diet pada saat usianya masih 14 tahun. Saat itu, perusahaannya sempat mengirim Kathy ke rumah sakit spesialis penurunan berat badan.

Setelah minum pil diet, Kathy Lee juga sempat menjalani carboxytherapy atau yang dikenal juga sebagai suntikan karboksi. Carboxytherapy adalah sebuah prosedur penyuntikan gas karbon dioksida ke dalam tubuh untuk memecah dan menyaring lemak, sehingga seseorang akan lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

Kathy Lee juga mengungkapkan bahwa dia sempat menerima perawatan penurunan berat badan dengan sengatan listrik. Kathy menggambarkan metode tersebut menggunakan sebuah alat yang dikelilingi oleh banyak jarum dan dialiri listrik, yang dapat menyetrum tubuh.

2. Makan makanan yang dikontrol perusahaan

Dalam Ask Me Anything di Reddit, mantan trainee SM Entertainment menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah memaksa siapa pun untuk menurunkan berat badan. Namun, dia mengatakan ada aturan diet yang sangat ketat dan semua trainee secara sukarela mengikutinya untuk meningkatkan peluang mereka debut.

Mantan trainee tersebut juga mengungkap bahwa perusahaan mengirimkan porsi makanan terkontrol kepada semua peserta pelatihan setiap hari dan membuat mereka tidak memiliki kebebasan untuk memilih makanan mereka sendiri. Tidak ada makanan penutup atau makanan ringan seperti junk food yang disediakan oleh perusahaan.

Dia juga mengungkapkan bahwa dia direkomendasikan untuk menurunkan berat badan oleh staf perusahaan agar terlihat lebih tinggi. Namun, dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

3. Berlari keliling

Dua mantan trainee yang sempat menjadi bintang tamu di kanal YouTube AYO pada tahun lalu juga pernah mengungkapkan kebenaran tentang cara ekstrem yang dilakukan oleh perusahaan untuk menurunkan berat badan anak asuhnya.

Seorang mantan trainee bernama Choi Ye Jin mengungkapkan bahwa suatu hari dia tidak lagi dapat menjalankan diet ketat yang diterapkan perusahaannya.

Hal tersebut dikarenakan ia justru kehilangan kendali dan memakan banyak makanan. Ketika perusahaan mengetahui bahwa ia mengalami kenaikan berat badan, Choi kemudian diminta untuk lari mengelilingi gedung perusahaan sebanyak sembilan putaran sebagai hukuman.

Menurut Choi, saat itu dia diberitahu bahwa berat badan ideal untuk setiap trainee di perusahaan tersebut adalah dengan perhitungan tinggi badan dalam sentimeter dikurangi 120. Jika saja rata-rata tinggi badan trainee wanita 161 cm, kemudian dikurangi 120 maka hasilnya adalah 41 kg. Menilik BMI, berat tubuh 41 kg dengan tinggi 161 cm dianggap sangat kurus.

Masih ada lagi cara ekstrem yang diterapkan oleh perusahaan idol K-Pop untuk menurunkan berat badan anak-anak didik mereka. Kelanjutannya ada di bagian 2 ya!

Berita Lainnya