Keren! Putri Samboda Daur Ulang Indomie Menjadi Fashion Item

Kawula Muda, yuk kita daur ulang untuk mengatasi permasalah sampah plastik!

(instagram/putrisamboda)
Sat, 10 Apr 2021

Pembatasan sosial di tengah pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang melakukan hal dan hobi baru seperti memasak, olahraga, bermain music, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan yang lainnya, seorang influencer asal Indonesia Putri Samboda mengisi waktu kosong selama pandemi dengan mendaur ulang bungkus Indomie menjadi barang fashion seperti jaket, tas, rok, sampai aksesoris mungil.




Perempuan asal Yogyakarta ini telah mengunggah karyanya sejak Juni 2020. Unggahan tersebut pun akhirnya viral dan menuai apresiasi yang luar biasa dari warganet.

Samboda sendiri mengatakan bahwa kegiatan daur ulang tersebut ia lakukan karena rasa bosannya akiba harus berdiam di apartemen selama pandemi di Washington, DC, Amerika Serikat.

“Saya pikir, mengolah lagi bungkus mie instan itu cara lebih sehat untuk membunuh waktu. Saya dulu sempat juga bikin masker dari baju bekas, karena sempat kan tahun lalu susah cari orang yang jual masker,” ujar Samboda kepada Vice.

Karya pertama yang ia buat adalah kreasi roknya yang ia unggah di akun Instagram pribadinya. Samboda sendiri terkejut bahwa kreasi isengnya mendapatkan respon positif dari netizen. Bahkan respon tersebut tidak hanya datang dari netizen Indonesia namun dari netizen Amerika.

“Ketika saya mulai bikin konten daur ulang bungkus Indomie, ternyata yang banyak respon justru bukan orang Indonesia. Padahal merek mie instan ini bisa dibilang candaannya orang Indonesia,” tambahnya.

Selain membuat kreasi dari bungkus Indomie, Samboda juga ternyata membuat kreasi daur ulang dari berbagai bungkus makanan lainnya seperti kaleng biscuit Khong Guan dan karung Segitiga Biru.




Ia berharap bahwa kegiatan daur ulang dapat menjadi tren sehingga dapat mengatasi masalah plastik di bumi.

“Kesadaran orang-orang soal pentingnya gaya hidup berkelanjutan sudah semakin besar. Kita pun jadi sadar betapa massif sisa hasil konsumsi tiap hari. Sekarang mungkin ongkos membuat satu produk upcycling bisa lebih mahal dari produk fast fashion. Anda tidak perlu jadi enviromentalis ideal untuk berpartisipasi mendorong perubahan yang lebih baik bagi lingkungan. Langkah kecil seperti itu saja juga cukup berharga,” tutupnya.

Berita Lainnya