Social Distancing ala Bar dan Kelab Malam, Bagian 1

Kawula Muda, beberapa pemilik bar dan kelab malam di berbagai negara melakukan cara yang unik untuk terapkan social distancing.

Salah satu bentuk social distancing di diskotek. (NYTIMES.COM)
Sat, 20 Jun 2020

Di seluruh dunia, pemilik bar dan kelab malam mulai bersiap untuk kembali membuka usaha mereka.

Sebagian dari pemilik bar dan kelab malam tersebut memilih untuk menerapkan cara yang tidak konvensional guna menerapkan social distancing bagi para pelanggannya.

Ada pemilik bar yang mempekerjakan robot untuk menjadi bartender, ada juga yang memakai alat pelindung diri tidak biasa.

Berikut ini adalah cara bar dan kelab malam di seluruh dunia menerapkan social distancing, seperti yang dilansir dari Insider.

Diskotik drive-in

Drive-in telah menjadi cara yang populer bagi banyak orang untuk menonton film, pertunjukan komedi, dan juga konser, demi menjaga jarak aman bagi semua.

Hal inilah yang kemudian ditiru oleh The Index Disco yang berada di Schuttorf, Jerman. Para pengunjung yang datang ke tempat ini, tidak perlu masuk ke ruangan untuk berdansa.

Cukup dengan memarkir mobil di lapangan parkir yang tersedia, dan tetap di dalam mobil, pengunjung bisa menikmati alunan musik yang dimainkan oleh DJ. Jangan khawatir karena jarak antar-mobil telah diatur.

Suasana kelab malam pun tetap terasa karena pengeras suara dipasang sangat kencang, dan lampu-lampu tetap dimainkan. Begitu pun dengan para dancer, yang akan berkeliling tempat parkir untuk menghibur para tamu yang datang. 

Baju ala peternak lebah untuk bartender

Alih-alih memakai baju APD (Alat Pelindung Diri) yang biasa dipakai oleh petugas medis untuk melindungi diri, sebuah bar bernama Mr Fogg’s House of Botanical yang berada di London, Inggris, justru memilih baju ala peternak lebah untuk dipakai para bartendernya guna melindungi diri.

Hal ini tentu saja sangat sesuai dengan tema fauna yang dipakai oleh bar tersebut.

Walaupun belum pasti kapan bar ini akan kembali buka, penggunaan baju ala peternak lebah dinilai akan sangat membantu untuk promosi serta meningkatkan keselamatan di antara para tamu dan staf bar. 

Selain menggunakan baju ala peternak lebah, para bartender juga akan dilengkapi dengan masker wajah guna melindungi diri.

Robot bartender

Menggunakan botol yang tergantung di langit-langit, robot bartender akan menuangkan minuman untuk para tamu di Coffee Bar K yang berada di Seoul, Korea Selatan. 

Sebelumnya robot tersebut telah digunakan di restoran sejak 2017. Penggunaan robot di bar dipercaya memiliki peranan lebih penting, untuk membuat para pengunjung tetap merasa aman.

Walaupun menggunakan robot, seorang bartender manusia tetap diperlukan untuk membantu beberapa hal. 

(BERSAMBUNG)

Berita Lainnya