Kamu Fans Fanatik alias Garis Keras? Waspada Kena 5 Penyakit Psikologis Ini

Hai Kawula Muda, hati-hati jadi fans garis keras ya.

Ilustrasi penggemar sedang menonton idolanya. (FREEPIK)
Tue, 21 Jun 2022


Mengidolakan atau begitu menyukai artis atau sosok tertentu, adalah sebuah kebiasaan yang lumrah. Namun, jika kadarnya sampai berlebihan atau sampai fanatik dan garis keras, sepertinya mesti hati-hati dengan kesehatan mental kita ya.

ARMY, Blinks, EXO-L, ONCE, dan ELF, adalah lima fandom terbesar di dunia saat ini. Berisi para penggemar fanatik dari masing-masing artis atau grup idolanya.  

Mereka yang tergabung dalam fandom tersebut kebanyakan bukan penggemar biasa. Mereka bisa menjadi sangat agresif bila menyangkut artis atau grup idolanya, bahkan rela melakukan apa pun untuk idolanya.

Ternyata, tingginya fanatisme seseorang pada idolanya bisa menimbulkan masalah psikologis. Hal itu terbukti dari beberapa kasus yang muncul di masyarakat, seperti misalnya kasus BTS Meal di bulan Juni 2021 lalu yang harga bungkusnya bisa mencapai Rp 599 juta di marketplace.

Ilustrasi tanda cinta penggemar kpop (Shutterstock/BOONTOOM SAE-KOR)


Berikut 5 penyakit psikologis yang harus diwaspadai bagi para fans garis keras, dilansir dari IDN TIMES.

1. Celebrity Worship Syndrome

Celebrity Worship Syndrome adalah suatu kondisi di mana individu menjadi terobsesi kepada seseorang atau beberapa selebriti serta menjadi tertarik dengan kehidupan pribadi sang selebriti.

Pada tingkatan yang paling parah penderita sindrom ini akan menganggap sang idola akan membantunya, menolong dari kesusahan, dan bahkan merasa marah ketika idolanya memiliki pasangan dan menikah.

Penderita sindrom ini tidak akan rela jika idolanya dihina atau direndahkan oleh orang lain.

2. Pembelian kompulsif

Membeli album, aksesoris, dan lainnya yang berhubungan dengan sang idola merupakan hal yang sudah biasa. Namun, lain cerita dengan yang memiliki kecendrungan pembelian kompulsif.

Biasanya fans yang seperti ini akan membeli barang dengan jumlah banyak secara terus-menerus, contohnya membeli album, merchandise, aksesoris - aksesoris dan lain-lain, tanpa memikirkan risiko keuangan.

Perilaku kompulsif ini sangat susah dikontrol bahkan ketika uang saku atau gaji habis hanya untuk membeli barang barang yang mungkin tidak dibutuhkan.

3. Delusi Erotomania

Delusi Erotomania merupakan delusi atau keyakinan yang menganggap sang artis menyukai dirinya. Penderita Delusi Erotomania akan merasa seolah-olah dirinya diperhatikan oleh sang idola, mereka mengganggap semua yang dikatakan sang idola ditujukan untuk dirinya dan meyakini bahwa sang idola jatuh cinta kepadanya.

Dilansir dari hallosehat.com, penderita Delusi Erotomania memiliki ciri merasa kurang menarik, menarik diri dari lingkungan dan penyendiri, serta jarang mengalami kontak seksual.

Bahkan pada kasus tertentu, para fans penderita Erotomania akan melakukan tindakan kekerasan kepada sang idola, dengan tujuan agar sang idola mengingat dirinya atau mengakui bukti cintanya.

4. Halusinasi berlebihan

Hampir sama dengan delusi, tapi halusinasi lebih kepada panca indera akibat pengaruh otak. Fans yang mengalami ini biasanya meyakini bahwa ia merasa melihat sang idola atau mendengar suara sang idol, atau mungkin ia bisa meraba sang idolanya yang pastinya itu tidak nyata alias khayalannya aja.

Terdengar aneh ya, tapi memang bisa terjadi. Jika kalian merasa mengalami halusinasi atau delusi ,cepat-cepatlah meminta bantuan ke psikolog, agar tidak semakin parah.

5. Werther Effect

Masih ingat kasus bunuh diri salah satu personel boyband SHINee yang diikuti oleh fans dari indonesia? Fenomena ini disebut sebagai Werther Effect atau Copycat Suidical.

Werther effect merupakan fenomena peniruan tindakan bunuh diri seseorang yang dianggap sebagai panutan, orang terdekat, dan lain-lain. Tindakan tersebut dipicu oleh rasa depresi ditinggal oleh idolanya atau merasa memahami penderitaan sang idola, sehingga timbul keinginan untuk menunjukkan kesetiaannya pada sang idol dengan cara tersebut.

Biasanya, para peniru ini melakukan aksi bunuh diri dengan cara yang sama dengan sang idola. Dilansir dari word.kbs.co.kr, artis Choi Jin Sil meninggal karena bunuh diri dengan menggantungkan leher dengan kain pembalut elastis di kamar mandi.

Sementara, aktor Ahn Jae Hwan yang bunuh diri dengan menghirup gas briket, kemudian dikuti oleh "fans" dengan cara yang sama.

Memiliki idola mungkin bisa membuat kita mengikuti jejak kesuksesan yang telah dibuat oleh idola kita. Tapi, tidak semua orang bisa mengambil sisi positif dari mengidolakan seseorang.

Buat Kawula Muda yang merasa memiliki ciri-ciri seperti dijelaskan di atas, sebaiknya segera ke psikolog untuk dilakukan diagnosa.

Ingat ya, sangat tidak dianjurkan untuk membuat diagnosa sendiri (self diagnose) untuk masalah-masalah psikologis, karena bisa memberikan kesimpulan dan penyelesaian yang keliru.

Berita Lainnya