Blackout Tuesday, Aksi Diam Musisi Dunia Lawan Rasisme

Kawula Muda, meninggalnya George Floyd karena tindak kekerana polisi terus mengundang aksi dari para pesohor di Amerika. Kini muncul #blackouttuesday

Blackout Tuesday, aksi diam musisi dunia lawan rasisme. (INSTAGRAM)
Tue, 02 Jun 2020

Tagar #TheShowMustBePaused ramai digunakan selebritas dunia di media sosial pada Blackout Tuesday, Selasa (2/5/2020). Gerakan para musisi dan industri musik dunia dalam Blackout Tuesday ini merupakan bentuk protes atas kematian George Floyd, pekan lalu.

Salah satu yang lantang menyuarakan aksi diam para musisi adalah Mick Jagger. Lewat akun Twitter @MickJagger, vokalis Rolling Stones ini mengungkapkan luka hatinya karena melihat kondisi Amerika Serikat saat ini.

“Memilukan melihat Amerika merobek-robek dirinya sendiri karena masalah ras. Saya akan berdiri bersama rekan-rekan artis dan melihat Blackout Tuesday untuk memerangi diskriminasi rasial dan ketidakadilan sosial,” tulis Mick Jagger.

Dengan aksi diam ini, dia berdoa semua orang dapat bekerja sama untuk meluruhkan rasa benci dan mengobati luka atas kejadian saat ini di seluruh negeri. “Kita berutang kepada generasi yang akan datang,” lanjutnya.

Gerakan Blackout Tuesday diprakarsai eksekutif musik dari Atlantic Record, Jamila Thomas dan Brianna Agyemang.

Mereka tak hanya merespons kematian Floyd yang tewas diinjak oleh polisi Derek Chauvin, tetapi juga reaksi atas tewasnya Breonna Taylor, Ahmaud Arbery, dan banyak warga kulit hitam lainnya yang meregang nyawa di tangan aparat.

“Industri musik merupakan industri miliaran dolar. Industri yang sebagian besar keuntungannya didapatkan dari orang kulit hitam. Misi kami adalah menjaga industri ini tetap besar, termasuk perusahaan besar dan partner mereka yang mendapatkan keuntungan dari usaha, perjuangan, dan keberhasilan orang-orang berkulit hitam,” kata mereka dalam rilis yang dilansir etonline.

Selebriti lain yang ikut dalam gerakan ini antara lain Marc Anthony, Billie Eilish, Britney Spears, dan Quincy Jones. Mereka rela menunda semua pesta dan event virtual demi mendukung gerakan ini.

“Sulit untuk berkata-kata karena saya harus menghadapi rasisme sepanjang hidup saya. Ini berarti, saatnya menghadapi ini sekarang dan demi Tuhan inilah saatnya untuk menghadapi ini sekali lagi dan untuk semua. TIm saya dan saya siap membela keadilan,” tulis legenda musik Quincy Jones dalam akun instagram, @quincydjones.

Selain para selebriti, label rekaman besar juga ikut ambil bagian dalam gerakan ini, di antaranya RCA Records, Epic Records, Def Jam, Capitol Records, Republic Records, dan Atlantic Records.

Berita Lainnya