Langkah yang Perlu Dilakukan saat Berada di Tengah Kerumunan

Simak, nih Kawula Muda.

Ilustrasi kerumunan (HOUSTON CRONICLE)
Fri, 04 Nov 2022


Perayaan Halloween berubah menjadi peristiwa fatal yang terjadi pada 29 Oktober 2022 lalu ketika 156 orang tewas dan terluka di jalan Itaewon, Korea Selatan yang dikenal sebagai lingkungan kekinian di pusat kota Seoul.

Itaewon, terkenal dengan medannya yang landai dan kehidupan malamnya yang ramai. Ditambah dengan acara yang baru kembali 2 tahun pasca pandemi Covid-19 itu, membuat kepadatan yang mematikan orang-orang.

Saksi mata di Itaewon melaporkan, melihat orang-orang di antara kerumunan kehilangan pijakan di trotoar berbukit dan menyebabkan orang-orang jatuh di atas satu sama lain dalam efek domino.

Dalam kasus ini kematian terjadi karena kepadatan massa yang berlebihan yang disebabkan oleh orang yang terus menekan ke depan menuju jalan keluar, dan kejadian di Itaewon disebut dengan crowd crush.

Tragedi Itaewon (CHANNEL NEWS ASIA)

Menurut G. Keith Still, seorang penulis dan profesor ilmu massa di Universitas Suffolk di Inggris, crowd crush dan stampede (penyerbuan) bukanlah hal yang sama.

Dilansir dari The Star, Jumat (4/11/2022), crowd crush adalah kerumunan yang terjadi di suatu tempat dan penyerbuan di mana orang-orang berlari menuju suatu hal yang dituju.

“Dalam keramaian, tidak ada yang berlari. Jadi crowd crush adalah penumpukan kepadatan yang lambat, dengan orang-orang yang tidak bisa bernapas.” terang Keith Still.

Sementara itu, penyerbuan bisa dicontohkan seperti dalam kasus kebakaran klub malam Colectiv di Bucharest pada tahun 2015.

“Tidak ada tempat untuk tekanan itu, dan itu berakhir dengan kerumunan yang progresif,” lanjut Still.

Crowd crush atau penyerbuan bisa kita hindari, kok Kawula Muda. Kita lihat yuk bagaimana cara menyelamatkan diri untuk keluar dari kerumunan.

Bagaimana bisa menghindari crowd crush?

Pertama, pastikan lo tahu bagaimana kondisi di sekitar tempat lo berada, termasuk semua pintu keluar yang tersedia.

Kerumunan massa sering terjadi di dekat pintu masuk utama gedung-gedung yang ada, jadi pastikan untuk memperhatikan setiap pintu keluar, bukan hanya pintu depan dan yang terdekat.

Jangan panik, ya Kawula Muda. Crowd crush dapat membuat siapapun sangat sulit bernapas, jadi panik atau berteriak dapat membuang oksigen yang berharga. Terus bergerak ke arah orang banyak, dan jangan mencoba untuk 'berenang ke hulu'.

Jika bisa, jaga agar lengan lo setinggi dada untuk membuat diri lo menjadi perisai, layaknya seperti seorang petinju.

Selain itu, jika ada orang di dekat lo yang tersandung dan jatuh, bantulah mereka. Bukan cuma membantu mereka, tetapi juga mencegah orang lain yang di kerumunan tersandung.

Satu lagi, kalau ponsel, dompet, atau tas milik lo jatuh, jangan berhenti untuk mengambilnya, ya. Teruslah bergerak dan keluar dari kerumunan.

Banyaknya petugas di lapangan membantu keamanan di tempat

Tragedi Itaewon (CHANNEL NEWS ASIA)

Sebenarnya, cara agar kerumunan bisa terkendali mudah, loh. Mulai dari bagaimana tindakan pengendalian kerumunan, adanya personel keamanan, dan tanda keluar yang ditandai dengan baik. Ini semua bisa mencegah kerumunan dan penumpukan besar.

Menurut Still, bahkan beberapa petugas polisi yang ditempatkan untuk memperingatkan orang-orang tentang potensi kerumunan dapat mengurangi stres di area.

Di sisi lain, Still menilai bahwa pandemi membuat sejumlah besar staf layanan meninggalkan lapangan untuk mengejar usaha lain, dan Still mengatakan, peran tersebut harus dikembalikan, mengingat acara berskala besar kembali.

“Banyak yang bisa dilakukan dengan jumlah minimum individu yang terlatih dengan baik,” katanya.

Lantas, mengapa crowd crush berbahaya dan bisa jadi fatal?

Orang yang berada di dalam crowd crush dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai asfiksia (kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang). Menurut Still, kondisi ini sangat menyakitkan, Kawula Muda.

“Anda perlu memperluas tulang rusuk Anda, dan Anda tidak bisa karena tekanannya sangat besar,” katanya. “Dengan kekurangan oksigen itu, Anda tidak bisa bernapas sehingga melemas dan bisa berujung kematian. Ini mengerikan, lambat dan sangat menyakitkan,” kata Still.

Selalu stay safe, ya guys!

Berita Lainnya