Pantun Jadi Warisan Tak Benda dari UNESCO

Kawula Muda, kalau ngobrol sama teman sambil berbalas pantun seru kali, ya.

Ilustrasi upacara Palang Pintu yang dihiasi kegiatan balas pantun (Good News From Indonesia)
Mon, 21 Dec 2020

Dua tiga Siti jual celana,

Pantun jadi warisan dunia.

Kabar ini hadir dari badan pendidikan, sains, dan kebudayaan PBB, UNESCO, yang menetapkan pantun menjadi warisan dunia tak benda.

Nominasi ini dilaporkan oleh Indonesia bersama dengan Malaysia.

Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, Surya Rosa Putra, mengatakan penetapan ini didasari nilai dari pantun dalam perannya di tengah masyarakat melayu di Indonesia dan Malaysia.

Pantun tidak hanya menjadi media komunikasi di antara masyarakat, tetapi juga menjadi wadah penyampaian pesan nilai-nilai moral.

Percakapan empat bait ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan harmoni dan keseimbangan antarmanusia.

Banyak pihak mendukung penetapan ini, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas setempat yang memperhatikan pantun. 


Tidak hanya di dalam negeri, kerja sama dukungan ini juga hadir dari Malaysia. Surya mengatakan untuk pertama kali Indonesia mengajukan nominasi bersama negara lain.

Kondisi ini dinilai mampu menunjukkan semangat kolaborasi antara kedua negara serumpun ini.

Dukungan ini dibalas dalam sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Penetapan ini berlangsung di kantor pusat UNESCO di Paris, Prancis, pada Kamis (17/12/2020).

Pantun menjadi identitas yang melekat pada masyarakat melayu. Kegiatan berbalas pantun juga menjadi bentuk bercakap yang unik dari Indonesia.

Bermula dari empat baris dalam setiap baris. Pada penerapannya, pantun biasanya dilakukan secara spontan di antara dua orang yang sedang berbalas cakap.

  • EDITORIAL TEAM:

Berita Lainnya