Petisi Minta Kembalikan WFH Sudah Ditanda Tangan 20.000 Orang, Ini Respons Pj Gubernur Jakarta

Apa lo salah satu yang tanda tangani petisinya, Kawula Muda?

Ilustrasi seseorang yang sedang work from home (WFH) (PEXELS/Peter Olexa)
Fri, 06 Jan 2023


Telah ramai adanya petisi permintaan Work From Home (WFH) yang dibuat warga bernama Riwaty Sidabutar lewat change.org.

Ia menulis jika WFO juga belum tentu membuat kita lebih produktif dan banyak warga yang merasakan hal serupa. Hingga artikel ini dibuat, Jumat (06/01/2023), sudah ada kurang lebih 20.000 orang yang menandatangani petisi yang berjudul "Kembalikan WFH sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif" dari target 25.000 tanda tangan.

Menyambut petisi tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pun merespons. 

Katanya, keputusan untuk WFH dikembalikan kepada perusahaan masing-masing. "Nanti kita pikirkan ya, tapi work from home ini masing-masing pemberi kerjaan, masing-masing pemilik gedung," terang Heru Budi di Balak Kota DKI Jakarta, dilansir dari laman Detik, Jumat (06/01/2022).

Ilustrasi work from home atau WFH (UNSPLASH)

Heru menegaskan, tidak akan berencana untuk membuat peraturan untuk penerapan WFH kepada karyawan. Menurut ia WFH bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Misalnya jika adanya potensi cuaca ekstrem.

"Enggak ada, silakan masing-masing terdampak. Masing-masing pemilik gedung saya imbau sekali lagi, BMKG ingatkan kondisi rawan dari 3-10 Januari, kalau mau WFH, silakan," katanya. 

Seperti diketahui, seiringnya adanya Covid-19 di DKI Jakarta dan Indonesia, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Indonesia (PPKM) mulai dicabut oleh Presiden Jokowi Widodo.

Adanya pencabutan tersebut justru malah menyebabkan kemacetan yang membuat melambatnya lalu lintas serta meningkatkan polisi membuat sebagian masyarakat merasa lebih efektif jika WFH. 

Berita Lainnya