Surat Wasiat dan Unggahan Instagram Ungkap Fakta Baru Penyerang Mabes Polri

Hai Kawula Muda, fakta terbaru tentang penyerang Mabes Polri terungkap.

ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). (ISTIMEWA/DETIK)
Wed, 31 Mar 2021

Wanita berinisial ZA, pelaku penyerangan di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore yang kemudian dilumpuhkan dengan tembak mati, meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.

Dalam surat wasiat itu, ia meminta maaf telah mengambil keputusan yang menurutnya adalah “jalan rasul”.

“Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat,” demikian tulisan ZA pada dua lembar surat wasiat.

Selain itu, ZA juga meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurut dia, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.

“Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut,” tulisnya lagi.

Wanita berusia 25 tahun itu juga menyinggung tentang Ahok. Ia meminta keluarganya untuk tidak ikut dalam pemilu.

Menanggapi aksi-aksi terorisme yang terjadi, Majelis Ulama Indonesia(MUI) menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah tercela dalam agama.

Surat wasiat ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri. (TWITTER)

 

Berideologi radikal ISIS

Dalam konferensi pers pada Rabu malam, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa pelaku penembakan Mabes Polri berideologi radikal ISIS.

“Dari hasil profiling pada yang bersangkutan, maka yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku, lone wolf,yang berideologi radikal ISIS. Hal itu dibuktikan dengan postingan yang bersangkutan di media sosial,” jelas Listyo Sigit.

Kepolisian juga menemukan, ZA memiliki akun media sosial Instagram yang baru dibuat beberapa jam sebelum melakukan melakukan aksi. Di akun tersebut terdapat unggahan bendera ISIS dan keterangan tulisan terkait jihad ISIS.

ZA diketahui tinggal di Ciracas, Jakarta Timur. Saat memasuki Mabes Polri sekitar pukul 16.30 WIB, ia sempat bertanya kepada petugas tentang letak kantor pos.

Setelah diarahkan, ZA kemudian kembali ke pos penjagaan utama Mabes Polri dan menembak anggota kepolisian.

“Melakukan penembakan sebanyak enam kali. Dua kali tembakan pada anggota di dalam pos, dua kali di luar, dan menembak pada anggota yang ada di belakang,” ujar Kapolri Listyo.

Berita Lainnya