Tak Lagi Rp 1 Juta, Ini Harga Resmi Tertinggi Vaksin Gotong Royong

Hai Kawula Muda, ini dia harga resmi vaksin Gotong Royong.

Vaksin Covid-19 Sinopharm. (ANADOLU AGENCY)
Mon, 17 May 2021

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerapkan harga resmi vaksin Covid-19 Gotong Royong, tak lagi Rp 500.000 per dosis atau Rp 1 juta per paketnya (dua kali penyuntikkan).

Hal itu berdasarkan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong.

Dalam Kepmenkes tersebut, menetapkan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinophram dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong. Harga pembelian vaksin Gotong Royong adalah sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Harga tersebut merupakan nilai tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum atau badan usaha termasuk keuntungan (20 persen) dan biaya distribusi.

Besaran angka itu ditetapkan setelah mendapatkan pandangan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ahli akademisi, atau aparat hukum.

gojek.com

 

Efikasi Sinopharm

Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm telah dinyatakan aman oleh BPOM dan mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

BPOM juga telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinopharm pada 29 April 2021.

Untuk pengadaan vaksin, pemerintah telah melakukan kontrak pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis, dengan jumlah vaksin yang tersedia mencapai 500.000 dosis.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, berdasarkan hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab pada 42.000 relawan ditemukan bahwa vaksin Sinopharm memiliki efikasi sebesar 78 persen.

Selain itu, Penny mengatakan, kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin Sinopharm bersifat ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pemberian vaksin Sinopharm kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis suntikan. Selang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua disarankan tiga hingga empat minggu.

Selain Sinopharm, pemerintah juga menyiapkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 produksi CanSino Biologics, China, dalam program vaksinasi Gotong Royong ini. Berbeda dengan Sinopharm vaksin CanSino hanya diberikan dalam satu dosis suntikan.

Berita Lainnya