Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 19 2021

    BLACKPINK Jadi Artis Asia Pertama yang Ditunjuk Sebagai Duta PBB untuk SDGs

    Kawula Muda, keren ya eonni-eonni ini..

    BLACKPINK, girlgroup Korea Selatan. (INSTAGRAM/BLACKPINK OFFICIAL)

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja menunjuk girlgroup Korea Selatan, BLACKPINK sebagai duta Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

    Melansir dari Soompi, penunjukan BLACKPINK sebagai duta SDGs setelah mereka menerima surat dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat (17/09/2021). Dengan penunjukan BLACKPINK, agensi YG Entertainment menyatakan bahwa mereka telah menjadi artis Asia pertama yang berhasil menjadi duta SDGs PBB.

    “Kami merasa terhormat untuk bergabung dalam perjalanan ini, menuju dunia yang lebih baik,” ungkap BLACKPINK usai ditetapkan sebagai duta SDGs.

    Selain BLACKPINK, PBB juga menunjuk Peraih Nobel Perdamaian Kailash Satyarthi, aktivis STEM Valentina Munoz Rabanal, dan Presiden Microsoft Brad Smith sebagai duta SDGs PBB.

    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB merupakan serangkaian tujuan, sasaran, dan indikator pembangunan berkelanjutan yang berfokus untuk mengatasi beragam tantangan global termasuk di antaranya adalah kemiskinan, ketidaksetaraan, perubahan iklim, degradasi lingkungan, perdamaian, keadilan, dan berbagai isu global lainnya.

    SDGs mencakup 17 tujuan utama dan 169 tujuan rinci yang menjadi standar global untuk pengelolaan berkelanjutan.

    Sebagai duta SDGs PBB, BLACKPINK dan ketiga duta lainnya bertugas untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait 17 tujuan utama SDGs tersebut serta memperjuangkan isu-isu utama seperti iklim, kesenjangan gender, serta hak anak-anak demi mencapai masa depan yang lebih baik.

    Tidak kali ini saja BLACKPINK ditunjuk sebagai duta. Sebelumnya, grup yang beranggotakan Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo ini juga pernah ditunjuk sebagai duta untuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Climate Change Conference (OP26) pada awal tahun ini.

    Editor Team

    COMMENT