Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 06 2021

    Daniel Craig Ingat Masa Ketika Ia Di-bully Karena Perankan James Bond

    Kawula Muda, siapa yang suka banget film "James Bond"?

    Poster No Time to Die (INSTAGRAM/JAMES_BOND_NO_TIME_TO_007_DIE)

    Film James Bond terbaru yang berjudul No Time to Die menjadi penampilan terakhir aktor Daniel Craig sebagai agen 007. Daniel Craig telah memerankan James Bond selama 15 tahun sejak 2006, dengan judul Casino Royale. 

    Total sudah ada lima film James Bond yang dibintangi oleh Craig, antara lain Casino Royale, Quantum of Solace (2008), Skyfall (2021), Spectre (2015), dan yang terakhir yaitu No Time to Die. 

    Daniel Craig memang seperti dilahirkan untuk memerankan Bond. Namun, di awal kariernya memerankan Bond, Craig sempat di-bully sebelum tampil di Casino Royale. Saat pertama kali diumumkan sebagai Bond, banyak penggemar yang menganggap Craig tidak cocok secara fisik untuk menjadi Bond. Ia dianggap terlalu pendek dan terlalu pirang untuk memerankan Bond. 

    Namun, Craig tidak memberikan komentar apapun saat ia diremehkan. Ia berhasil membungkam orang-orang yang dulu menghujatnya. Penampilan pertamanya sebagai Bond di Casino Royale mendapat banyak pujian. Dengan itu, ia kembali tampil di empat film Bond selanjutnya. 

    16 tahun berlalu setelah ia diumumkan akan memerankan Bond, Craig kini hanya tertawa ketika mengingat saat-saat ia dulu di-bully.

    “Saya hanya bisa tertawa pada saat dulu. Lantas, apa yang bisa saya lakukan? Pergi dan meninju seseorang? Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah membuat film yang bagus. Saya tidak punya media sosial dan saya bersyukur karena dulu media sosial belum terlalu eksis. Saya pernah membaca hujatan tentang saya dan saya seperti, ‘Ini berat.’ Namun, saya cukup paham karena banyak orang menyukai film Bond,” ujar Craig, melansir dari USA Today. 

    Sekarang, film No Time to Die telah memecahkan rekor box office di Inggris. Hingga saat ini, film tersebut berhasil menghasilkan 119 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,6 triliun di 54 lokasi tempat film tersebut diluncurkan. 

    Hal ini menjadikannya judul film pertama dari studio Hollywood yang memecahkan 100 juta dolar AS tanpa pembukaan di China, yakni pasar film terbesar kedua di dunia, sejak pandemi dimulai lebih dari 18 bulan yang lalu.

    Editor Team

    COMMENT