Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 18 2020

    Festival Film Raspberry 2020 Memilih Film dan Aktor Korea Terburuk Tahun Ini

    Kawula Muda, idol K-Pop ini terpilih sebagai aktor terburuk tahun ini.

    Festival Film Raspberry memilih film dan aktor Korea terburuk.(INSTAGRAM)

    Jika Amerika Serikat memiliki Golden Raspberry Awards (Razzies) untuk memilih film terburuk, Korea Selatan juga punya acara yang sama yaitu Festival Film Raspberry.

    Sama halnya dengan Razzies, Festival Film Raspberry diselenggarakan untuk memilih film dan aktor terburuk di Korea Selatan.

    Film terburuk di Korea

    Tahun ini, festival tersebut telah melakukan survei melalui sebuah media berita. Sejumlah 25 orang reporter yang bertanggung jawab atas pemberitaan industri perfilman diminta untuk memilih 3 kategori terburuk.

    Setiap reporter diberikan tiga pilihan kategori untuk dinilai yaitu film terburuk, akting terburuk, dan perilaku terburuk.

    Film yang dirilis mulai 1 Desember 2019 hingga 30 November 2020 adalah yang masuk penilaian.

    Hasilnya, film berjudul The Golden Holiday yang dibintangi oleh aktor Kwak Do Won terpilih sebagai film terburuk tahun ini.

    Tak hanya itu, aktor Kwok Do Won juga harus membawa pulang dua mahkota emas karena ia dinobatkan sebagai aktor dengan perilaku terburuk pada 2020.

    Sembilan dari dua puluh lima reporter memilih The Golden Holiday sebagai film terburuk tahun ini karena mereka telah sepakat bahwa film tersebut tidak lucu dan memiliki plot cerita yang tidak menarik. Berikut beberapa komentar dari para reporter tersebut.

    "Produksi film itu dieksekusi dengan buruk."

    "Film itu tidak lucu juga tidak menyenangkan."

    "Tidak ada alasan untuk membayar demi menonton film ini."

    Padahal biaya produksi film The Golden Holiday tidaklah sedikit. Film tersebut menelan biaya sekitar 9,1 miliar KRW atau Rp 117,3 miliar. Walaupun begitu, film ini tidak mampu menggaet penonton yang cukup banyak.

    Film terburuk kedua

    Film kedua yang juga dinilai sangat buruk adalah Road Family yang dibintangi oleh salah satu member Apink, Chorong.

    Film tersebut tayang perdana pada Juli 2020, namun tidak menarik perhatian penggemar film Korea dan gagal di pasaran. Dengan kemampuan akting Chorong yang juga dinilai buruk, film ini hanya mampu mengumpulkan 5.477 penonton.

    Tampaknya nama Apink yang disandang oleh Chorong belum cukup membuat film tersebut menarik untuk ditonton. Bahkan, Chorong justru disebut sebagai salah satu penyebab gagalnya film Road Family.

    Aktor terburuk

    Sejak debut pada 2011, Chorong baru memasuki industri film pada tahun ini. Namun, di film pertamanya tersebut, ia justru mendapatkan kritikan pedas. Aktingnya dinilai seperti "robot", karena tidak dapat menyampaikan emosi dari karakter di film tersebut.

    CHORONG APINKChorong, salah satu member grup Apink. (INSTAGRAM/CHORONG)

     

    "Ini adalah akting terburuk dari anggota grup idola."

    "Dia benar-benar membutuhkan pelatihan akting"

    Aktor berikutnya yang juga terpilih karena aktingnya yang buruk adalah Bae Jung Nam. Ia pernah membintangi Mr. Zoo: The Missing VIP serta Okay! Madam.

    BAE JUNG NAMBae Jung Nam, aktor Korea Selatan. (INSTAGRAM/BAEJUNGNAM LOVERS)

     

    Perilaku terburuk

    Kategori terakhir yang dinilai dalam Festival Film Raspberry adalah perilaku terburuk. Kategori ini menilai sikap, perilaku, dan kepribadian dari aktor yang terlibat dalam sebuah film.

    Tahun ini, aktor Kwak Do Won terpilih sebagai aktor dengan perilaku paling buruk. Padahal aktor senior ini dikenal memiliki kemampuan akting yang sangat mumpuni.

    KWAK DO WONKwak Do Won, aktor senior di Korea Selatan. (ALLKPOP)

     

    Tahun ini, Kwak Do Won bermain sebagai pemeran utama di dua judul film yaitu The Golden Holiday serta Steel Rain 2: Summit. Walaupun bintang utama, Kwak Do Won sama sekali tidak muncul dalam wawancara apa pun tentang kedua film tersebut.

    Hal tersebut terjadi karena ia sempat terlibat rumor penyerangan anggota staf syuting pada Juni 2020. Ia lalu memilih untuk tidak menanggapi wawancara promosi untuk film yang dibintangi.

    Di sisi lain, ia justru tampil dalam beberapa acara variety show dengan menampilkan citra diri yang berbeda.

    Hal ini pun langsung menuai sejumlah kritikan karena ia justru tampil di acara televisi tanpa adanya penjelasan apa pun tentang insiden penyerangan tersebut dan sibuk menampilkan citra sebagai orang yang baik hati.

    Editor Team

    COMMENT