Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 18 2020

    Hary Styles Tuai Kontroversi Gara-gara Pakai Gaun untuk Pemotretan Vogue

    Kawul Muda, Harry Styles memang penuh sensasi ya.

    Sampul majalah Vogue yang menampilkan penyanyi Inggris, Harry Styles. (INSTAGRAM/VOGUE)

    Minggu ini, majalah Vogue baru saja mengumumkan bahwa penyanyi Harry Styles akan menjadi bintang sampul untuk edisi Desember. Ini merupakan pertama kalinya majalah fesyen dan lifestyle Amerika Serikat itu menampilkan seorang laki-laki sebagai sampul sejak berdiri pada1892. 

    Namun, hal itu justru berujung pada sebuah kontroversi. Bukan hanya tentang sosok laki-laki sebagai bintang sampul, yang kemudian ramai diperdebatkan adalah soal pakaian yang dikenakan Harry Styles yang dianggap mencederai maskulinitas laki-laki.

    Dalam beberapa gambar yang diunggah oleh Vogue, mantan kontestan The X Factor UK itu tampil mengenakan gaun dan rok yang seharusnya dipakai oleh perempuan. 

    Gambar tersebut seakan mewakili eksplorasi yang berkembang tentang ketidakstabilan gender dan pakaian non-binary yang sedang populer di kalangan milenial sebagai sasaran utama Vogue.

    Tak ayal, kritik keras dilayangkan oleh sejumlah tokoh konservatif ternama seperti Candace Owens dan Ben Shapiro. Candace menyebut bahwa feminisasi laki-laki di negara barat merupakan sebuah serangan sosial.

    Sependapat dengan Candace, Ben Saphiro mengatakan bahwa seorang laki-laki yang berpura-pura memakai pakaian perempuan dan tidak dianggap sebagai upaya feminisasi laki-laki merupakan hal yang konyol. 

    Meski menuai banyak kritik, tidak sedikit pula yang juga membela Vogue dan Harry, salah satunya bintang film The Lord of The Ring, Elijah Wood. Membantah pendapat Candace, Elijah mengatakan bahwa maskulinitas saja tidak dapat membentuk seorang laki-laki. 

    Ini bukan pertama kalinya Harry bermain-main dengan mode. Mantan anggota One Direction itu juga pernah muncul di sampul Guardian Weeknd mengenakan gaun hitam.

    "Aku tidak hanya menebarkan ambiguitas seksual agar menjadi menarik. Aku ingin segala sesuatu dapat dilihat dengan cara tertentu. Bukan karena itu membuatku terlihat gay, atau membuatku terlihat suka lawan jenis, atau membuatku terlihat biseksual, tetapi karena menurutku itu terlihat keren,” kata penyanyi berusia 26 tahun itu.

    Editor Team

    COMMENT