Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 06 2020

    Jay-Z Bantu Pengacara Ahmaud Arbery

    Hai Kawula Muda, Jay-Z sekali lagi menunjukkan kemurahan hatinya dengan meminjamkan jet pribadinya untuk pengacara yang sedang mengurusi masalah rasialisme.

    Rapper Amerika Serikat, Jay Z (INSTAGRAM/BEYONCE)

    Rapper Jay-Z membantu dua pengacara Ahmaud Arbery, korban rasisme di Holmes Road, Georgia, Amerika Serikat, saat mereka kesulitan mendapatkan transportasi. Suami  Beyonce itu meminjamkan jet pribadinya kepada kedua pengacara yang harus terbang ke Georgia untuk menghadiri persidangan, Kamis (5/6/2020).

    Seperti halnya George Floyd, Arbery juga meninggal karena aksi rasisme aparat kepolisian Georgia. Pemuda berusia 23 tahun itu tewas saat joging di dekat rumahnya, akibat tembakan jarak dekat  polisi yang merupakan ayah dan anak, Gregory dan Travis McMichael.

    “Pengadilan di Brunswick, Georgia pagi ini. Tidak ada penerbangan yang membawa kami ke sana malam tadi. @leemerrittesq dan saya menghabiskan berjam-jam untuk mencari penerbangan atau mobil,” tulis Blerim Elmazi, salah satu pengacara Arbery dalam unggahan di Instagramnya, @blerimelmazi.

    “Pada pukul satu dinihari kami mulai kehilangan harapan sampai akhirnya mendapat telepon dari orangnya Jay-Z di Roc Nation yang akhirnya meminjamkan pesawat agar kami bisa menghadiri sidang bersama keluarga Ahmaud Arbery. Terima kasih banyak atas dukungan mereka,” lanjut tulisan Elmazi.

    Di unggahannya itu, Elmazi dan rekannya, S Lee Merritt, berdiri di samping jet pribadi yang dipinjamkan Jay-Z dengan memegang kaus bertuliskan Legal Observer.

    Merritt juga membagikan unggahan serupa di dalam akun Instagramnya. Dia bahkan mengunggah foto dirinya di dalam pesawat, “Ketika kamu harus ada di pengadilan untuk membela klienmu dan untuk mencari keadlian... Jay Z mengirimkan jet pribadinya.”

    Sebelumnya, rapper pelantun Empire State of Mind itu juga ikut berjuang untuk mewujudkan keadilan atas tewasnya George Floyd karena tindakan semena-mena polisi Derek Chauvin, 25 Maret 2020.

    Editor Team

    COMMENT