Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 05 2020

    Kontroversi Avatar aespa, Kekhawatiran Disalahgunakan untuk Pornografi!

    Kawula Muda, aespa rilis avatar Winter, yang justru tuai kontroversi.

    aespa terdiri dari Winter, Karina, Ningning, dan Giselle. (TWITTER/AESPA)

    Setelah sempat memperlihatkan avatar dari member aespa, Karina, SM Entertainment kembali merilis avatar dari member kedua aespa yaitu Winter.

    Dalam video teaser yang dibagikan, avatar Winter tampil sekilas. Sedangkan cuplikan gambar lebih menonjolkan sosok Winter.

    Namun, dalam foto teaser, para penggemar dapat melihat jelas penampilan avatar Winter yang berpose berdampingan dengan Winter.

    Penggemar pun banyak memberikan komentar bahwa karakter virtual Winter itu terlihat lebih cantik dibandingkan Winter sendiri. Bahkan ada pula fans yang menilai bahwa avatar Winter jauh lebih baik dan cantik dibandingkan avatar milik Karina.

    Avatar aespa tuai kontroversi

    Tak hanya masalah penampilan, avatar aespa juga menuai kontroversi di antara netizen.

    Kontroversi mengenai avatar aespa ini bermula dari unggahan video seorang pelatih idol bernama In Jin Woong di akun YouTube.

    Dalam video tersebut, dia membahas tentang konsep avatar seorang idol dan masalah yang ditimbulkan.

    Konsep avatar dari seorang idola adalah konsep baru didunia K-Pop, di mana karakter virtual tersebut dibuat berdasarkan penampilan seorang idol.

    Menurut In Jin Woong, akan ada permasalahan baru yang ditimbulkan dari avatar idol ini, salah satunya adalah kreasi sekunder dari para karakter virtual tersebut.

    Sebagai contoh adalah grup virtual K-Pop, K/DA. Jika seseorang mengetik nama grup tersebut di mesin pencari, dari hasil pencarian yang didapat justru banyak sekali foto sensual berbau pornografi, daripada foto asli dari grup tersebut.

    Namun, K/DA bukanlah karakter virtual yang berdasarkan dari sosok idol atau manusia, berbeda dengan aespa.

    K/DA hanya berdasarkan karangan, bukan orang, maka tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari konten sekunder. Namun, untuk aespa, karena berdasarkan manusia yang memiliki perasaan dan pikiran, maka ditakutkan akan menimbulkan efek berbeda.

    In Jin Woong menambahkan, jika saja avatar aespa tersebut dibuat konten sekunder berbau pornografi, ataupun justru mendatangkan komentar yang penuh kebencian, apakah dapat diatasi dengan baik oleh para member aespa yang rata-rata usianya masih sangat muda.

    Dia kemudian mempertanyakan kepada SM Entertainment, apakah telah memikirkan dengan baik konsep avatar idol ini dengan segala permasalahannya, atau mereka tidak memikirkannya dan hanya melakukan ini demi uang semata.

    Sebagian netizen pun mempertanyakan hal serupa, dan memiliki kekhawatiran yang sama. Karena konsep aespa adalah menggabungkan dunia nyata dan dunia maya.

    aespa akan melakukan debut pada 17 November 2020, dengan merilis single bertajuk Black Mamba.

    Jadi, kalau menurut kalian bagaimana dengan avatar aespa ini?



    Editor Team

    COMMENT