Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 07 2021

    Protes Pelarangan Aborsi, Billie Eilish Enggan Manggung di Texas

    Kawula Muda, tetapi Billie tetap manggung demi para penggemarnya!

    Penyanyi Amerika, Billie Eilish. (INASTAGRAM/BILLIE EILISH)

    Billie Eilish secara tegas menolak pelarangan aborsi yang berlaku di Texas, Amerika Serikat. Hal itu diungkapkan Billie saat dirinya tampil di panggung Austin City Limits 2021 yang digelar di ibukota Texas, akhir pekan lalu.

    Di sela-sela penampilannya, penyanyi berusia 19 tahun itu mengatakan bahwa dia sempat ingin membatalkan pertunjukannya di festival musik terbesar di Texas, sebagai bentuk protes atas undang-undang aborsi yang baru diberlakukan di negara bagian tersebut. Tapi, hal itu urung dilakukan demi para penggemarnya yang berada di Texas.

    "Ketika mereka membuat undang-undang itu, aku hampir tidak mau manggung (di sini). Aku ingin menghukum tempat ini karena membiarkan hal itu (larangan aborsi) terjadi di sini," kata Eilish di atas panggung yang berlokasi di Zilker Park pada Sabtu (02/10/2021) malam waktu setempat.

    “Tapi kemudian aku ingat bahwa kalianlah yang menjadi korban, dan kalian pantas mendapatkan segalanya di dunia ini. Dan kita perlu memberi tahu mereka untuk tutup mulut,” lanjutnya di hadapan para penonton sebelum mengacungkan jari tengahnya.

    "Tubuhku, pilihanku!" serunya.

    Texas mulai memberlakukan undang-undang aborsi yang baru, pada September lalu. Undang-undang tersebut melarang praktek aborsi untuk usia kandungan lebih dari sekitar enam minggu, ketika aktivitas jantung janin sudah terdeteksi.

    Namun, sebagian warga berpendapat bahwa dengan usia kandungan tersebut, banyak perempuan yang belum menyadari bahwa mereka hamil. Undang-undang tersebut juga tidak membuat pengecualian untuk kehamilan hasil pemerkosaan atau inses.

    Dengan undang-undang ini, warga dapat menuntut penyedia jasa aborsi yang melanggar hukum, serta siapa saja yang membantu seorang perempuan untuk melakukan aborsi dengan denda sebesar 10.000 dolar AS (Rp 142 juta) atau lebih.

    Editor Team

    COMMENT