Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 20 2021

    Renaldi Ahmad Dikejar Babi Hutan di Pulau Moyo, Destinasi Wisata yang Pernah Dikunjungi Lady Diana

    Kawula Muda, lo kepengin jadi traveller juga gak?

    Renaldi Ahmad. (INSTAGRAM/SKINNYMONKEY)

    Kawula Muda, Renaldi Ahmad—skinnymonkey—membagikan cerita awal mula kariernya sebagai traveller sekaligus travel photography.

    Dalam sebuah wawancara, Renaldi mengaku kehidupannya sedari kecil sudah menjadi nomaden. "Intinya gue sampe hari ini, mostly gue pindah-pindah," tuturnya saat dihubungi Senin (6/12/2021).

    Hobi traveling yang dimilikinya pun datang dari ibunya yang sering membawanya jalan-jalan. Selama kurang lebih 10 tahun, Renaldi sudah tinggal di berbagai kota, mulai dari Bali, Kalimantan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Lombok dengan durasi yang tentunya berbeda-beda.

    Adapun Instagram menjadi satu-satunya alasan Renaldi bisa menyukai foto. Sesederhana itu, memang. Namun, ia mengaku tidak begitu pandai memotret. "Dulu gue suka sama editing. Modalnya emang cuma taste doang," tambahnya.

    Tak disangka, keseriusannya dalam dunia fotografi sejak 2013 lalu membuat Renaldi mulai dikenal banyak orang. Ia pun sempat berkontribusi dalam salah satu in-flight magazine.

    Di mana, Renaldi di minta untuk menulis dan memotret untuk artikel traveling. Berkat pekerjaannya itu, ia hampir mengunjungi seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

    Salah satu hasil jepretan Renaldi AhmadSalah satu hasil jepretan Renaldi Ahmad. (INSTAGRAM/SKINNYMONKEY)

     

    Satu hal yang menarik dari traveling untuk Renaldi

    Selain karena terbiasa hidup nomaden, Renaldi juga bercerita bagaimana traveling bisa menjadi salah satu jalan untuk healing versinya. 

    Sebagai seorang sosok yang "bosenan", Renaldi kerap mencari pengalaman, suasana, atau inspirasi baru melalui traveling. Menurutnya, suatu kebanggaan terhadap sendiri, jika iya bermain di ranah-ranah yang belum "dirasakan" oleh orang lain.

    Namun, ia menekankan pentingnya untuk riset terlebih dahulu sebelum berkunjung ke suatu destinasi. "Budayanya seperti apa, orang-orangnya seperti apa, hotspot-nya di mana aja, coba dilist...Coba mempelajari dan riset tentang itu (budaya) dan kebiasaan orang-orang yang dilakukan di destinasi itu. Jangan sampe lo dianggap tidak menghargai budaya setempat."

    Meskipun pandemi membuatnya terhalang untuk traveling ke beberapa negara yang sangat Renaldi ingin kunjungi—Mongol, Kanada, Turki, dan Jepang—sebenarnya traveling tidak perlu jauh-jauh, apalagi ke luar negeri.

    "Traveling is a matter of priority. Sejauh apa lo spend budget, sejauh apa lo memprioritaskan traveling. Namanya traveling dan tourism kan untuk rekreasi, refreshing, untuk healing."

    Pengalaman tak terlupakan di Pulau Moyo

    Tak memiliki pengalaman buruk saat traveling, Renaldi akhirnya menceritakan pengalaman yang priceless di Pulau Moyo.

    "Dulu sempet berlima habis dari Pulau Kenawa (di Sumbawa), gue berlima langsung lanjut ke Pulau Moyo yang dulu katanya sempet didatengin sama Lady Diana yang mandi di Air Terjun Mata Jitu. Nama desanya Labuan Aji."

    Untuk menuju ke air terjun, kala itu, Renaldi harus memilih antara memakai motor warga atau berjalan sekitar 5 kilometer. Sesampainya di Air Terjun Mata Jitu, mereka pun sudah menjadwalkan jam 5 nanti akan kembali ke titik berkumpul.

    Kenyataannya, Renaldi dan empat teman-temannya pulang terlalu sore, hingga akhirnya bertemu dengan babi hutan.

    "Sebelumnya kita udah nge-brief, nih, bakal ada hewan liar, kita larinya harus zig-zag, ya. Begitu ketemu sama babi hutan, ilang tuh semua teori-teori itu. Lari-lari semua. Sebenernya sih dibilang takut, ya, takut, sih, cuma lebih ke seru dan lucu aja. Perjalanan pualng kita ketemu uler dan babi hutan. Sebenernya terlalu banyak yah (cerita unik lainnya), tapi kejadian itu lumayan cukup diinget."

    Editor Team

    COMMENT