Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 16 2022

    Review Film "Medieval": Kebrutalan Jan Zizka yang Tak Pernah Kalah Perang

    Jan Zizka yang gak pernah kalah dalam perang!

    Poster Film Medieval (Stanislav Honzik)

    "Medieval" merupakan sebuah film drama aksi garapan dari Petr Jakl. Film ini menceritakan kisah Jan Zizka, salah seorang Komandan Militer Bohemia dalam sejarah Ceko yang tidak pernah kalah dalam perang. 

    Film bergenre drama aksi ini berlatar waktu pada abad ke-14. Masa di mana Raja Bohemia dan Kaisar Romawi tengah berkuasa. Berlatarkan situasi perebutan kekuasaan antar saudara, film ini menyajikan banyak plot yang cukup membutuhkan keseriusan dalam menontonnya.

    MedievalIlustrasi Jan Zizka pemimpin perang yang tak pernah terkalahkan (Stanislav Honzik)

     

    Meskipun mengandung banyak plot, film ini sebenarnya cukup sederhana, bercerita tentang seorang perampas kekuasaan yang licik merencanakan perlawanan atas saudara tirinya yang lebih lemah untuk mahkota dan seorang pria saleh yang memimpin orang-orang dalam melawan perebutan kekuasaan yang pahit ini.

    Film berdurasi 2 jam 5 menit ini juga menyajikan beragam adegan yang cukup brutal dan menjadikan film ini sebagai tontonan untuk usia di atas 17 tahun. Selain melalui adegan brutal dan sadis dalam pertempuran, film ini juga memperlihatkan keinginan dari Jan Zizka untuk berjuang demi kehormatan, iman, dan keadilannya melalui banyak adegan di banyak situasi dalam film.

    Karakter-karakter dalam film ini diperankan oleh aktor-aktor kenamaan seperti Ben Foster, Sophie Lowe, Matthew Goode, sampai Michael Caine. Jan Zizka selaku karakter utama di film ini sendiri diperankan oleh Ben Foster, sedangkan Sophie Lowe berperan sebagai Lady Katherine.  

    MedievalIlustrasi Jan Zizka Ketika berhasil menculik Lady Katherine (Stanislav Honzik)

     

    Jan Zizka dijelaskan sebagai seorang militer yang inovatif dan tidak ortodoks, memahami sifat setiap konflik, dan selalu berhasil memaksimalkan keuntungan yang dimiliki meskipun dalam posisi yang tidak diunggulkan. Meskipun tidak begitu memperlihatkan sisi saleh dari seorang Jan Zizka, namun ada satu kalimat yang selalu dibacakan oleh Ben Foster selaku pemeran dari karakter utama tersebut yang berbunyi “Lord, forgive us for what we’re about to do”.

    Di akhir, film "Medieval" memberikan narasi yang menjelaskan betapa hebatnya seorang Jan Zizka dalam menghadapi pertempuran. Film ini juga menjelaskan bahwa semasa hidupnya Jan Zizka tidak pernah mengalami kekalahan dalam berperang bahkan hingga akhir hayatnya di mana ia telah kehilangan sebelah matanya. 

    Visual "Medieval"

    Hal yang paling menawan dari film "Medieval" ini adalah keindahan visual yang disajikan. Keberadaan Jesper Tøffner sebagai sinematografer dalam film ini menjadikan Medieval mampu menyajikan visual yang terasi otentik dan mahal. Keindahan visual ini juga menjadi nilai lebih dari film "Medieval".

    MedievalIlustrasi adegan perang dalam film Medieval (Stanislav Honzik)

     

    Sinopsis "Medieval"

    Diawali sebuah narasi dari Michael Caine menetapkan periode waktu (Italia, 1402), Abad Pertengahan. Suara serak dari aktor kawakan tersebut kemudian memberikan penjelasan mengenai latar situasi yang sedang terjadi dalam film ini. 

    Sejak awal film ini dimulai, adegan pembuka dari film ini sendiri sudah memperlihatkan keandalan seorang Jan Zizka dalam memimpin sebuah pertempuran. Jan Zizka yang memimpin pasukannya berhasil menyelamatkan Lord Boresh dari kejaran sekelompok pasukan yang ternyata dibayar oleh Henry Rosenberg.

    Kematian Charles IV menjadikan kursi kekuasaan sebagai Kaisar Suci masih kosong. Hal ini mendorong Lord Boresh untuk menjadikan Wenceslaus IV sebagai Kaisar selanjutnya dan memimpin Eropa serta menyatukan seluruh gereja di Eropa. Sayangnya, kerajaan yang dipimpin oleh Wenceslaus IV bukanlah kerajaan yang kuat, sehingga ia dan Lord Boresh mengundang Henry Rosenberg untuk meminta bantuan dana agar Wenceslaus IV bisa berangkat ke Roma dan diangkat menjadi Kaisar Suci oleh Paus. 

    Henry Rosenberg pun hadir memenuhi undangan dari Wenceslaus IV, namun dia tidak menyanggupi permintaan dari Wenceslaus IV untuk membantunya agar bisa berangkat ke Roma. Henry beranggapan bahwa tidak ada jaminan Wenceslaus IV bisa selamat dalam perjalanan tersebut dan memenuhi upah yang akan ia janjikan kepada Henry. 

    Penolakan ini membuat Lord Boresh meminta bantuan Jan Zizka untuk menculik Lady Katherine, tunangan Henry Rosenberg agar Rosenberg mau membantu Wenceslaus IV. Namun,  Wenceslaus IV tak tahu bahwa ternyata Henry Rosenberg justru bekerja sama dengan Sigismund yang juga ingin melengserkan Wenceslaus IV dari takhtanya dan maju menjadi Kaisar Suci. 

    Penculikan yang terjadi membawa banyak konflik baik dari diri Jan Zizka, Lady Katherine, maupun situasi yang terjadi di kerajaan. Beragam konflik yang muncul ini memaksa Jan Zizka harus menghadapi banyak pihak dan berada dalam situasi yang sulit.

    Film ini telah dirilis sejak 8 September 2022 lalu di Ceko, negara asal dari Jan Zizka. Namun, film ini baru mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada hari Rabu 15 November 2022 lalu.  

    Editor Team

    COMMENT