Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 08 2020

    Zendaya Enggan Disebut Aktivis

    Kawula Muda, Zendaya ternyata masih mengalami gangguan kecemasan hingga saat ini.

    Aktris Amerika Serikat, Zendaya. (INSTAGRAM/ZENDAYA)

    Artis muda Zendaya ikut andil menyuarakan anti-asisme yang menggema di Amerika Serikat lewat media sosial miliknya. Tetapi, penyanyi 23 tahun itu menolak disebut aktivis.

    “Saya hanya seorang aktris,” kata Zendaya dalam wawancaranya dengan InStyle bersama Patrisse Cullors, co-founder gerakan Black Lives Matter seperti dilansir USA Today, Jumat (7/8/2020).

    Menurut Zendaya, aktivis memiliki peran yang besar dan dia mengaku tak pantas mendapatkan status itu. Dia menggambarkan dirinya hanya seseorang yang memiliki kepedulian dan ingin melakukan hal yang benar. 

    “Saya selalu ragu menggunakan kata aktivis pada diri saya. Itu adalah gaya hidup. Pilihan yang membuatmu harus bekerja dan mengabdikan hidup pada sebuah tujuan setiap harinya,” kata Zendaya.

    Pelantun Watch Me ini mengaku masih harus banyak belajar tentang semua hal. Dia lebih memilih mengamati dibandingkan terjun langsung ke lapangan.

    Dia mencontohkan kasus George Floyd yang tewas di tangan pihak berwajib pada akhir Mei 2020. Awalnya, dia tak tahu harus melakukan apa sebelum akhirnya ikut andil menyuarakan anti-rasisme setelah banyak bertanya kepada yang lebih mengerti. 

    “Semua yang terjadi itu (kasus George Floyd) sangat menyakitkan. Saya tak tahu apa yang bisa saya bantu. Karena pada akhirnya, saya hanya seorang artis. Dan saya tak bisa berpura-pura untuk bisa lebih dari itu. Jika saya tidak tahu sesuatu, saya memilih bertanya kepada orang yang ahli dalam hal itu,” ujar Zendaya.


    Pemeran MJ dalam film Spider-Man: Far From Home itu juga mengaku selalu mengalami tekanan. Dia mengaku selalu cemas dan itu sudah dirasakannya sejak masih duduk di bangku sekolah. 

    “Kecemasan saya dimulai ketika masih anak-anak, dan saya harus menjalani tes di sekolah,” kata bintang The Greatest Snowman tersebut..

    Rasa cemas itu sempat hilang sebelum akhirnya muncul lagi di usia 16 tahun saat dia kehilangan sebuah proyek pekerjaan dan harus menghadapi kerasnya dunia internet.

    “Itu adalah pertama kalinya saya berurusan dengan internet, dan itu membuat saya merasa tertekan. Saya menghapus semua dan mengurung diri di kamar,” ujar Zendaya.

    Tekanan untuk selalu memberikan yang terbaik tanpa kesalahan juga menjadi bumerang bagi diri sendiri. Zendaya merasa upaya itu justru memberinya tekanan kian besar.

    Beruntung Zendaya banyak dibantu sang bunda untuk menghadapi kecemasannya itu. Saat malam, Zendaya dan ibunya kerap membicarakan semua hal agar dia bisa lepas dari tekanan.

    Editor Team

    COMMENT