Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 29 2022

    Ahli Masih Tak Sarankan Cium Tangan di kala Lebaran

    Sabar dulu deh yang apology language-nya harus sungkem.

    Lebaran di New Delhi, India Foto: Shutter Stock

    Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid) mengimbau masyarakat untuk tidak bersalaman fisik saat halalbihalal Idul Fitri nanti meskipun tradisi lebaran sudah perlahan boleh dilaksanakan seperti sedia kala.

    Imbauan ini datang tak lain dan tak bukan untuk mencegah terjadinya lonjakan pandemi setelah lebaran, maka warga dimohon untuk menerapkan kebiasaan baru seperti tidak bersentuhan secara fisik.

    Begitu juga dengan pemaparan dari Spesialis Paru-paru Divisi Infeksi Department Pulmonology dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Erlina Burhan, SpP(K) yang mengingatkan warga agar tidak lalai dengan situasi saat ini walau Indonesia mau menuju ke masa endemi Covid-19.

    "Dalam situasi kita belum endemi, kita juga belum tahu apakah seseorang itu sakit atau tidak. Apa lagi kan sekarang Omicron enggak ada gejala juga ya. Atau gejala ringan, bahkan orang-orang menganggap ini flu biasa," ujarnya, dikutip dari Detik Health, Jumat (29/4/2022).

    dr. Erlina juga menyarankan untuk bersalaman dengan tidak menyentuh fisik. 

    "Jadi kalau dari saya sih menyarankan bersalaman seperti orang Sunda. Orang Sunda kan (salamnya) enggak bersentuhan," sambung dr. Erlina.

    "Jadi entar dulu deh sungkem, cium tangan, pelukan, walaupun kita senang banget hugging and kissing ya. Tapi dalam situasi sekarang sekali lagi ini mengajak kita untuk sabar. Sabar sedikit, entar baru kita kembali seperti semula cium tangan, sungkem," pungkasnya.

    Sabar dulu ya Kawula Muda. Nanti akan ada waktu di mana semua kembali seperti semula, kok. 

    Demi menjaga kesehatan satu sama lain, kita pastikan sudah menjaga kebersihan dan hindari situasi yang akan menyebabkan kembali tingginya penyebaran virus. Deal, Kawula Muda?

    Editor Team

    COMMENT