Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 26 2022

    Awas! Sering Tidur Siang Bisa Picu Risiko Hipertensi dan Stroke

    Siapa nih yang suka bobo siang?

    Gaya tidur mencerminkan kepribadian seseorang. (FREEPIK)


    Tidur siang dapat melepaskan kelelahan yang dirasa setelah menjalankan aktivitas. Biasanya, setelah bangun dari tidur tubuh terasa lebih segar untuk kembali bekerja. Eits, ternyata, tidur siang bisa memicu risiko penyakit loh Kawula Muda!

    Menurut sebuah analisis pada catatan sebuah Biobank Inggris, tidur siang bisa meningkatkan risiko hipertensi dan stroke.

    Berdasarkan laman Suara, Selasa (26/07/2022), terlihat dari data peneliti di 2006 sampai 2010, ada 50.507 insiden hipertensi dan 4.333 insiden stroke, dengan usia antara 40 hingga 69 tahun.

    Mereka kemudian menyimpulkan, sebagian besar orang yang tidur siang adalah laki-laki, punya kebiasaan merokok, minum alkohol setiap hari, dan tingkat pendapatan serta pendidikan yang lebih rendah, dan mereka suka mengalami insomnia dan mendengkur.

    ilustrasi tidurIlustrasi perempuan sedang tidur. (PEXELS)

     

    Peserta yang tidur siang secara teratur punya risiko hipertensi 12 persen lebih tinggi daripada yang jarang dan tidak pernah tidur siang dan risiko stroke 24 persen lebih tinggi.

    Peneliti menemukan, peserta di bawah 60 tahun yang tidur siang, lebih tinggi mendapatkan risiko, yaitu risiko hipertensi 20 persen, dibanding dengan 10 persen untuk usia di atas 60 tahun. 

    Menurut Psikolog Tidur Siang Tidak Bahaya

    Menurut psikolog klinis dan pakar tidur dari University of Arizona, Michael Grandner, yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, tidur siang justru tidak berbahaya.

    "Meski tidur siang itu sendiri tidak berbahaya, mungkin banyak orang melakukannya karena kurang tidur di malam hari. Tidur yang buruk di malam hari dikaitkan dengan kesehatan yang lebih buruk, dan tidur siang tidak cukup untuk menebusnya," kata Grandner.

    Begitu pula dengan studi yang ada bahwa pernyataan tersebut masih harus di teliti terlebih dahulu. 

    "Studi kami, bersama dengan studi klinis sebelumnya, menunjukkan bahwa diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dari dasar mekanistik hubungan antara pola tidur yang sehat termasuk tidur siang dan penyakit kardiovaskular," tandas penulis studi.

    Editor Team

    COMMENT