Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 27 2022

    Berapa Jumlah Gula yang Dibutuhkan Tubuh Setiap Hari?

    Kawula Muda, mulai sekarang perhatikan berapa konsumsi gula harian lo, ya

    Ilustrasi Makanan Manis (Unsplash)


    Kawula Muda, akhir-akhir ini konsumsi gula menjadi bahan perbincangan di mana-mana. Terutama di zaman sekarang, mengatur konsumsi gula dapat dikatakan menjadi sebuah tantangan.

    Faktanya, minuman dan makanan manis kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, Kawula Muda. Tidak hanya kopi kekinian dan minuman boba, makanan ringan dengan harga yang relatif murah menjadi tantangan untuk mengatur konsumsi gula setiap harinya.

    Ilustrasi Minuman ManisIlustrasi Minuman Manis (UNSPLASH)

     

    Pertanyaannya, berapa kadar gula yang dibutuhkan tubuh setiap harinya? Ternyata, meski World Health Organizations (WHO) sudah menetapkan batas konsumsi gula harian, setiap negara biasanya tetap punya regulasi sendiri untuk konsumsi gula pada masyarakatnya, loh!

    WHO sendiri sudah mengeluarkan aturan konsumsi gula dan zat pemanis, seperti monosakarida dan disakarida yang ditambahkan ke makanan maupun minuman manis pada Maret tahun 2015 lalu. 

    WHO menyarankan untuk membatasi konsumsi gula harian, Kawula Muda. Baik untuk orang dewasa dan anak-anak. Disarankan, konsumsi gula paling banyak 10 persen dari total asupan energi per harinya, atau kira-kira sekitar 12,5 sendok teh.

    Sedangkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga sudah menetapkan batas konsumsi gula yang disarankan, loh. Batas konsumsi harian tersebut, yaitu 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh. 

    Jumlah tersebut mengacu pada kebutuhan tubuh manusia yang membutuhkan gula. Meski begitu, WHO tetap menyarankan untuk menurunkan lagi konsumsi gula dari kadar yang sudah disarankan.

    Kelebihan asupan gula per hari tidak hanya memicu penambahan bobot tubuh secara cepat, tapi juga bisa menyebabkan lo mengalami obesitas yang merupakan penyebab utama dari penyakit diabetes dan jantung, loh.

    Editor Team

    COMMENT