Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jul 24 2020

    Bukan Popcorn, Ini Dia Camilan Unik Nonton Bioskop di Berbagai Negara

    Kawula Muda, ternyata selain popcorn, beberapa negara memiliki camilan unik untuk teman nonton bioskop.

    Popcorn (FREEPIC)

    Popcorn atau berondong jagung merupakan salah satu camilan wajib saat nonton bioskop. Tak lengkap rasanya kalau nonton film di bioskop tanpa ditemani popcorn.

    Menurut penulis buku Popped Culture: A Social History of Popcorn, popcorn mulai populer ketika Amerika Serikat mengalami krisis keuangan pada 1930. Karena harganya yang sangat murah, banyak orang membawa popcorn saat menonton film di bioskop.

    Namun, ternyata di beberapa negara, popcorn justru tidak menjadi camilan wajib saat menonton film di biosko. Ada negara yang justru menjadikan ikan asin sebagai teman nonton bioskop.

    Unik ya. Apalagi ya camilan yang bisa jadi teman nonton film di bioskop? Yuk simak berikut ini

    Meksiko – Tostilocos


    TOSTILOCOSTostilocos, camilan bercita rasa pedas dari Meksiko. (INSTAGRAM/LA MICHOACANA BOYLE HEIGHTS)

     

     

    Saat menonton film di bioskop, warga Meksiko justru membawa makanan yang bernama tostilocos atau yang dikenal juga dengan nama dorilocos.

    Camilan ini merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari keripik tortilla yang dicampur dengan mentimun, bengkoang, kacang jepang, buncis, dan air lemon, yang disiram dengan saus pedas.

    Tostilocos atau dorilocos merupakan gabungan kata tostitos/doritos yang merupakan salah satu merek keripik tortilla di Meksiko, serta kata loco yang dalam bahasa Spanyol berarti gila.

    Sesuai dengan namanya, camilan yang satu ini memiliki cita rasa pedas, sehingga membuat orang menjadi “gila”.

    Korea Selatan – Gunbam


    GUNBAMGunbam alias roasted chesnut, camilan populer nonton bioskop di Korea Selatan. (FREEPIC)

     

     

    Di Korea Selatan, popcorn masih kalah pamor dengan gunbam alias roasted chesnut atau kacang kastanye panggang sebagai camilan kala nonton film di bioskop.

    Kacang yang kaya akan vitamin C ini banyak dijual di pinggir-pinggir jalan di Korea, apalagi saat musim gugur. Meskipun sederhana, camilan ini banyak diminati karena harganya yang murah dan rasanya yang enak.

    Yunani – Souvlaki

    Kalau di Yunani, nonton film di bioskop enggak akan terasa lengkap tanpa ditemani salah satu makanan tradisional, souvlaki.

    Camilan ini terdiri dari potongan kecil daging dicampur dengan sayuran, yang dipanggang dan diberi bumbu khas Yunani. Selain daging domba, camilan ini juga dapat dibuat menggunakan daging ayam, sapi, ataupun ikan.


    SOUVLAKISouvlaki, camilan tradisional dari Yunani. (INSTAGRAM/POP BRIXTON)

     

     

    Souvlaki biasanya disajikan dalam roti panggang atau dibungkus dalam roti pita, seperti kebab. Souvlaki juga dapat disajikan dalam piring disertai dengan kentang goreng.

    Kolombia - Hormiga culona

    Bukan popcorn, warga Kolombia justru membawa camilan yang terbuat dari semut saat nonton di bioskop. Camilan yang dikenal dengan nama hormiga culona ini merupakan makanan khas Kolombia yang terbuat dari semut jenis big butt ants.

    Untuk membuat camilan unik ini, semut yang sudah dilepas bagian kepalanya direndam selama semalam dalam air garam. Setelah itu, semut digoreng atau dipanggang. Rasa hormiga culona kabarnya mirip dengan rasa daging bacon yang dipanggang.


    HORMIGA CULONASHormiga culonas, camilan tradisional khas Kolombia yang terbuat dari semut. (INSTAGRAM/JUAN FELIPE VANEGAS)

     

     

    Jepang – Iwashi senbei

    Di Jepang, popcorn digantikan posisinya oleh camilan ikan hering, yang dikenal dengan nama iwashi senbei.

    Bentuk iwashi senbei mirip seperti ikan asin yang dibuat tipis-tipis dan digoreng garing. Bertekstur renyah dan memiliki rasa yang gurih serta manis, camilan iwashi senbei lebih populer di kalangan pencinta film di Jepang, dibandingkan popcorn.


    IWASHI SENBEIIwashi senbei, camilan asal jepang yang terbuat dari ikan hering. (INSTAGRAM/DAISO)

     

     

    Editor Team

    COMMENT