Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 30 2022

    Cerita Horor Twitter: Misteri Tujuh Adzan dan Teman Ghaib

    Kawula Muda udah baca thread horor yang satu ini?

    Thread horor Adzan Pitu (Twitter/RestuPa71830152)


    Belakangan kisah-kisah horor semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih setelah film KKN di Desa Penari ditonton hingga jutaan orang, yang mana film tersebut bermula dari sebuah utas di Twitter. Alhasil banyak utas-utas horor yang kini mulai kembali dibaca oleh banyak orang.

    Salah satunya ialah utas Batur Ghaib (Teman Gaib) dan Adzan Pitu (Tujuh Azan). Utas ini ditulis oleh seorang penulis horor dengan nama akun Twitter @RestuPa71830152.

    Dalam utas tersebut diceritakan sebuah kisah urban legend di sebuah daerah di Indonesia.

    Awalnya utas itu menceritakan tentang sebuah wabah yang menghinggapi sebuah desa. Wabah tersebut merupakan dampak dari sebuah perjanjian yang telah dilanggar oleh warga di desa tersebut.

    Perjanjian itu berisi tentang sebuah larangan untuk memasuki sebuah rumah kosong yang berada di desa itu

    Setelah perjanjian itu dilanggar, banyak teror yang bermunculan, mulai dari bau telur busuk di seluru desa, hingga kemunculan Banaspati yang meneror warga sekitar.

    Thread TwitterThread horor Batur Ghaib (Twitter/RestuPa71830152)

    Teror semakin gencar dirasakan oleh warga di desa itu. Teror tersebut sampai pada suatu kejadian yang mana membuat warga yang sedang melaksanakan salat subuh berjamaah meninggal seketika.

    Saat para warga sedang bermusyawarah mengenai teror dan segala kejadian yang menimpa desanya. Tiba-tiba sebuah angin kencang menyerang para warga yang sedang berkumpul.

    Saat angin kencang itu menyerang, salah seorang warga menginstruksikan agar seluruh warga berkumpul di satu rumah.

    Sayang, instruksi tersebut tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Mereka yang tidak mendengarkan arahan tersebut tetap nekat untuk pulang ke rumah masing-masing. Alhasil, angin kencang tersebut menabrak para warga yang hendak kembali ke rumah, dan seketika meninggal.

    Di tengah kecemasan tersebut, salah seorang warga mengusulkan agar dilakukan tujuh azan secara bersamaan di sebuah masjid. Azan tersebut hanya bisa dilakukan oleh tujuh orang pemuda yang berhati bersih.

    Setelah tujuh orang pemuda ditemukan. Mereka langsung bergegas menuju ke masjid. Angin kencang tersebut langsung mengejar ketujuh pemuda itu, dan menyulitkan pergerakan mereka yang hendak menuju masjid.

    Saat melewati rintangan berupa angin kencang tersebut, ketujuh pemuda itu langsung melantunkan azan secara bersamaan. Setelah azan tersebut selesai, angin kencang itu seketika hilang.

    Selengkapnya utas tersebut bisa langsung Kawula Muda baca di akun Twitter @RestuPa71830152.

    Editor Team

    COMMENT