Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 18 2022

    Fakta-Fakta Gelap Industri Film Porno, Masih Mau Ditonton?

    serem banget sih, yakin masih mau nonton?

    Ilustrasi seseorang yang sedang mengakses pornografi (UNSPLASH/CharlesDeluvio)


    Menonton video maupun film porno bisa jadi salah satu aktivitas yang pernah dilakukan setiap orang, terlepas dari gender perempuan atau laki-laki. Buktinya, walau telah dibatasi oleh internet positif dan harus repot-repot mengakses dengan VPN, Indonesia masih nangkring di peringkat tiga sebagai negara pengakses situs porno terbesar. 

    Baru-baru ini, Kominfo pun mengaku tidak dapat mengatasi membludaknya akses video hingga film porno masyarakat, terutama dengan akses VPN. Tak heran, dengan tingginya jumlah pengakses, industri tersebut memiliki pendapatan global hingga 97 miliar Dolar AS atau lebih dari Rp 1.400 triliun per tahunnya. 

    Sayangnya, proses yang dialami oleh para pelaku industri malam tersebut rupanya tidak makmur-makmur amat. Berikut beberapa fakta gelap industri film porno dunia!


    Film pornoIlustrasi seseorang yang sedang mengakses pornografi (UNSPLASH/CharlesDeluvio)

     

    Bayaran Rendah

    Kalau lo pernah berpikir untuk menjadi aktor film porno karena ‘bayaran besar’, silakan lo urungkan ya! Pasalnya, Esquire menyebut bayaran aktris porno per filmnya hanya sekitar Rp 4,4 juta saja. Bahkan, di Jepang, disebutkan bayaran per filmnya hanya mencapai Rp 300.000. 

    Eksploitasi Tubuh

    Bayaran yang rendah tersebut turut diiringi eksploitasi besar-besaran. Beberapa aktris mengaku dipaksa untuk terus-menerus melakukan hubungan seksual selama 18 jam dengan waktu istirahat yang singkat. Tak hanya dilakukan kepada wanita, eksploitasi tersebut juga dirasakan para aktor pria. Ada pula pernyataan bahwa tak jarang alat kelamin para aktor akan disuntikan cairan khusus agar tetap berdiri. 

    Bayaran Homoseksual Lebih Tinggi

    Masih dikutip dari Esquire, aktris porno yang mau melakukan adegan lesbian akan mendapat Rp 11,9 juta. Sementara itu, aktor yang mau berhubungan seksual dengan pemeran laki-laki lainnya bisa saja memiliki pendapatan hingga Rp 14,9 juta per filmnya. Namun, angka tersebut berdasarkan data di Amerika Serikat ya, Kawula Muda! Kalo di Indonesia… enggak yakin sih.

    Alkohol dan Obat Terlarang

    Seperti yang telah ditulis sebelumnya, menjadi pemeran film porno berarti harus siap dengan jam kerja yang tinggi dan istirahat yang sangat singkat. Sayangnya, banyak aktris maupun aktor yang beristirahat dengan ditemani minuman keras maupun narkoba. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan malu, serta memastikan tetap terlihat ‘bahagia’ dan ‘menikmati’ di depan kamera. 

    Penyakit Menular Seksual

    Dr. Sharon Mitchell, mantan aktris Porno sekaligus pendiri Adult Industry Medical Healthcare Foundation, mengatakan 66 persen pemain Film Dewasa terkena herpes. Sementara itu, 7 persen terkena HIV AIDS serta terkena penyakit kelamin lainnya. Artinya, pemeran film porno memang berada di posisi yang riskan karena sangat rentan terkena penyakit menular seksual tersebut. 

    Editor Team

    COMMENT

    roy muf

    Thu, 21 Apr 2022

    Film o akhir-akhir ini meresahkan masyarakat, ya. Daripada produksi film begituan mending produksi film yang bermanfaat biar bisa mk ke kancah internasional. Bisa buku baca ini nih "Film dan Komunikasi Ma" https://store.intranspublishing.com/2021/11/12/film-dan-komunikasi-ma-redi-panuju/