Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 08 2021

    Kaesang Ghosting Felicia Jadi Trending Topic, Apa Sih Arti Ghosting?

    Hai Kawula Muda, ditinggal lagi masih sayang-sayangnya itu emang sakit!

    Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi. (INSTAGRAM/KAESANG)

    Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, beberapa hari belakangan kembali menjadi buah bibir. Kali ini Kaesang disebut-sebut telah melakukan ghosting pada Felicia, yang selama 5 tahun terakhir diketahui sebagai kekasihnya.

    Tagar Kaesang, Felicia, dan ghosting pun bersamaan menjadi trending topic di Twitter.

    Kehebohan kian menjadi setelah ibu dari Felicia mengunggah keluh kesah tentang anaknya yang ditinggal begitu saja tanpa kejelasan oleh Kaesang.

    Bahkan yang lebih mengenaskan, dalam kondisi tak jelas, tiba-tiba beredar unggahan Kaesang telah menggandeng kekasih baru.

    Berita terakhir, Kaesang telah memberi pernyataan bahwa dirinya telah mengakhiri hubungan sejak pertengahan Januari 2021. Dengan pernyataan itu, tentu Kaesang sekaligus mengklarifikasi kalau dirinya tidak meng-ghosting Felicia.

    Lantas, apa sih arti ghosting? Beberapa orang menyatakan, ghosting adalah seseorang yang menggantung hubungan, menghilang tanpa kejelasan, dan meninggalkan pasangan padahal sedang sayang-sayangnya tanpa alasan.

    Benarkah demikian?

    Arti ghosting

    Dilansir New York Times, 22 Januari 2019, ghosting terjadi saat seseorang memutuskan semua komunikasi tanpa penjelasan. Sebagian besar persepsi masyarakat untuk definisi ghosting adalah dalam konteks digital. Misalnya, tidak menanggapi pesan atau telpon, atau bahkan tak bisa lagi dihubungi.

    Mantan Kepala Program Psikoterapi Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Vilhauer, ghosting berhubungan dengan tingkat kenyamanan seseorang dan bagaimana mereka menangani emosinya.

    Sementara itu, sebuah studi dari jurnal sosial dan hubungan personal, Hili Freedman, menemukan bahwa ghosting berkaitan erat dengan perasaan tentang masa depan. Misalnya, apakah kalian menganggap pasangan adalah “the one” atau orang yang tepat.

    Menurutnya, individu yang memiliki keyakinan takdir yang lebih kuat, cenderung akan lebih potensial  mejadi tukang ghosting.

    KESALIlustrasi orang sedang merasa kesal. (FREEPIK)

     

    Alasan seseorang meng-ghosting

    Mengutip Mens Health, ghosting dilakukan oleh seseorang yang merasa takut dan tidak ingin meneruskan hubungan lagi. Akan tetapi, mereka tidak ingin melalui proses yang sulit untuk menjelaskannya.

    Masalahnya adalah, ghosting sama sekali tidak memperhitungkan perasaan orang lain. Orang yang di-ghosting dibiarkan tergantung tanpa kejelasan.

    Mdenurut hasil dari dua studi pada 2018 yang dilansir Healthline, sekitar 25 persen orang telah melakukan ghosting. Munculnya kecanggihan komunikasi elektronik dan aplikasi kencan popular seperti Grindr, Tinder, dan Bumble, tampaknya berpengaruh pada fenomena ini.

    Orang jadi lebih mudah untuk membuat dan memutuskan koneksi dengan seseorang. Akan tetapi, ghosting adalah fenomena yang lebih kompleks.

    Alasan lain seseorang tiba-tiba menghilang umumnya adalah rasa takut, menghindari konflik, kurang berani pada konsekuensi, dan usaha melindungi diri.

    SEDIHIlustrasi orang sedang merasa sedih. (FREEPIK)

    Antisipasi ghosting

    Melansir Healthline, hasil dua penelitian pada 2010 dan 2011 menunjukkan bahwa perpisahan dengan cara ghosting (menghilang begitu saja), dapat menyebabkan rasa sakit fisik yang menghasilkan aktivitas otak serupa dengan nyeri tubuh.

    Agar tak menjadi korban ghosting, sangat dianjurkan agar selalu memberi penghargaan pada diri sendiri. Jangan biarkan orang lain menjadi penyebab kesedihan atau kebahagiaan diri.

    Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk hal tersebut antara lain sebagai berikuat.

    • Tetapkan batasan dan perjelas hubungan alias jangan mau digantung
    • Beri batas waktu sampai kapan hubungan itu boleh tidak jelas
    • Apa pun yang terjadi, jangan langsung menyalahkan diri sendiri
    • Jangan lari ke hal-hal yang hanya akan memberi ketenangan sesaat (seperti narkoba dan alkohol)
    • Habiskan waktu bersama orang-orang terdekat
    • Jika dirasa tak sanggup ditangani sendiri, carilah bantuan profesional
    Editor Team

    COMMENT