Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 25 2022

    Kasus Gagal Ginjal Merajalela di Indonesia, Berikut Fakta dan Mitosnya

    Jadi jangan banyak makan dan minum dari kemasan kalengan ya, Kawula Muda!

    Ilustrasi peduli kesehatan ginjal. (FREEPIK)


    Ginjal merupakan salah satu organ utama tubuh manusia. Ginjal juga diketahui sebagai organ sekresi terpenting manusia, terutama terkait dengan produksi urine. 

    Ginjal sebenarnya memiliki banyak fungsi. Beberapa di antaranya yakni menyaring darah, membuang limbah atau kotoran sisa metabolisme, mengontrol tekanan darah, serta mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam darah.

    Merupakan organ penting manusia, berikut beberapa mitos dan fakta tentang ginjal. Semoga lo enggak kebingungan lagi ya, Kawula Muda! 

    Fakta: Asupan Garam Berlebih dapat Merusak Ginjal

    Mengutip Alodokter, beberapa makanan memang dapat memperberat sistem kerja ginjal. Apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin seseorang mengalami kerusakan ginjal akibat ginjal yang lelah. 

    Salah satu makanan yang dapat lo hindari untuk memelihara kesehatan ginjal adalah makanan yang terlalu banyak mengandung garam (natrium/sodium). Manusia sebenarnya boleh-boleh saja mengonsumsi garam, tetapi ada baiknya dengan menjaga di kadar 2000 mg (1 hingga 1,5 sendok teh) per hari. 

    Apabila lo terlalu banyak mengonsumsi garam, ginjal menjadi sosok utama yang perlu bekerja keras untuk membuang natrium. Akibatnya, hal ini dapat merusak bahkan menyebabkan gagal ginjal.

    Beberapa makanan tinggi sodium yang perlu dibatasi adalah makanan olahan, seperti sosis, kornet, dan ikan asin. Selain terlalu banyak garam, makanan yang terlalu banyak protein, tinggi gula, dan tinggi fosfor juga dapat berpotensi membuat ginjal bekerja terlalu keras, Kawula Muda!

    Mitos: Satu Ginjal Membuat Lebih Mudah Lelah

    GinjalIlustrasi ginjal (UNSPLASH/ROBINA WEERMEIJER)

     

    Berbagai mitos meliputi terkait seseorang yang hanya memiliki satu ginjal, salah satunya penurunan kualitas hidup. Padahal, Dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH, Dipl/M.Med dari Tim Transplantasi RS PGI Cikini, Jakarta menyatakan  hidup dengan satu ginjal tidak ada bedanya dengan dua ginjal. 

    Hal yang terpenting yakni ginjal tersebut berfungsi baik dan dalam keadaan sehat. "Fakta dan data menunjukkan bahwa hidup dengan satu ginjal yang berfungsi baik tidak jauh berbeda dengan dua ginjal," ujar Tunggul pada Minggu (31/05/2008) mengutip Kompas. 

    Akan tetapi, lewat laman Alodokter, dr. Irna Cecilia mengatakan seseorang dengan satu ginjal memang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita hipertensi. Karena itu, sebaiknya orang dengan satu ginjal tidak melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga yang berisiko dan berbahaya, ya Kawula Muda! 

    Fakta: Beberapa Sayur dapat Jaga Kesehatan Ginjal

    sayur dan buahIlustrasi Sayuran dan Buah-Buahan (UNSPLASH)

     

    Makanan sehat seperti sayur dan buah mampu menunjang kesehatan tubuh. Salah satu sayur yang direkomendasikan adalah paprika merah. Hal itu dikarenakan sayuran tersebut mengandung kalium yang rendah sehingga aman untuk ginjal. 

    Bawang putih juga dinilai ramah ginjal. Hal itu dikarenakan terdapat sifat diuretik yang dapat membantu menghilangkan kadar natrium dan air dalam tubuh menjadi urine. 

    Selain itu, makanan yang direkomendasikan yakni kubis, kembang kol, asparagus, kale, bayam, kacang polong, hingga kacang hijau.

    Mitos: Penyakit Ginjal Hanya Menyerang Orang Tua 

    GINJALPasien gagal ginjal sedang jalanin proses cuci darah (hemodialisa). (FREEPIK)

      

    Penyakit ginjal dapat menyerang siapa pun. Apabila seorang anak merupakan penderita diabetes melitus tipe 1, maka ia dapat memiliki risiko penyakit ginjal pula. Selain itu, mereka yang memiliki pola hidup kotor seperti terus mengonsumsi minuman dan makanan kemasan hingga terlalu banyak konsumsi vitamin C juga dapat menderita penyakit ginjal. 

    Terkait kesehatan ginjal, tengah ramai diberitakan terkait penyakit gagal ginjal akut yang banyak menyerang anak-anak. Hingga kini, Kemenkes mencatat telah terdapat 245 kasus gagal ginjal akut yang diderita anak-anak Indonesia. 

    Hingga kini, Kementerian dan BPOM tengah bekerja sama untuk mencari tahu penyebab penyakit tersebut. Senyawa pelarut pada obat sirup pun diduga kuat menjadi penyebab penyakit gagal ginjal ini.

    Editor Team

    COMMENT