Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 23 2021

    Kenali Badai Sitokin, Kondisi yang Sering Dialami Pasien Terinfeksi Covid-19

    Kawula Muda, yuk ketahui gejala dan cara pengobatan badai sitokin

    Ilustrasi badai sitokin. (PIXABAY)

    Kawula Muda, tahu enggak sih kalau kondisi cytokine storm atau badai sitokin sering terjadi pada pasien Covid-19?

    Yup, kondisi ini memang dikenal sangat bahaya, bahkan menjadi alasan bagaimana Raditya Oloan telah berpulang lebih dulu.

    Dokter Spesialis Paru Erlang Samoedro pun pernah mengatakan kepada CNN Indonesia baru-baru ini, "...pasien yang terkena badai sitokin memiliki angka kematian yang tinggi di atas 50 persen."

    Pada dasarnya, sitokin ini sebenarnya mempunyai peran yang menguntungkan bagi tubuh. Ketika tubuh terinfeksi Covid-19, sitokin akan bergerak dengan sigap menuju jaringan yang terinfeksi seperti paru-paru.

    Nah, selanjutnya, sitokin inilah yang akan bekerja sama dengan sel darah putih untuk melawan virus.

    Ilustrasi Covid-19Ilustrasi Covid-19. (PIXABAY)

     

    "Lalu bagaimana badai sitokin bisa terjadi?"

    Jika tubuh terus menerus memproduksi sitokin, kerja sitokin ini nantinya bisa tidak terkendali. Saat itulah badai sitokin muncul dan memperparah kondisi pasien Covid-19, tak terkecuali mereka yang menyandang gelar "penyintas".

    Sitokin malahan bisa membuat sel dan organ mati tak berdaya, tak hanya itu, kebocoran paru, pneumonia, dan kekurangan oksigen dalam darah juga sering terjadi dalam kasus Covid-19 ini.

    "Bagaimana cara mengetahui keberadaan badai sitokin?"

    Masih melansir CNN Indonesia, gejala badai sitokin umumnya terlihat mirip dengan gejala Covid-19 biasa, yaitu sesak napas dan demam. Namun, gejala ini akan timbul lebih parah.

    "Apa sudah ada obat yang efektif sembuhkan badai sitokin itu?"

    Sayangnya, belum ada, Kawula Muda. Erlang mengatakan bahwa terapi atau pengobatan pasien dengan badai sitokin masih dalam penelitian lebih lanjut. Namun, biasanya dokter tetap mengobati sesuai dengan gejala yang timbul.

    Semoga Kawula Muda terus diberi kesehatan, ya!

    Editor Team

    COMMENT