Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 01 2022

    Kesepian Sama Mematikannya dengan Merokok 15 Batang Per Hari!

    Kawula Muda, jaga kesehatan lo, ya!

    Ilustrasi Kesepian (UNSPLASH)


    Kawula Muda, siapa di sini yang sering merasa kesepian? Baru-baru ini, publik kembali diramaikan dengan fakta bahwa; kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari!

    Faktanya, sudah menjadi rahasia umum kalau merokok tidak baik untuk kesehatan, bahkan menjadi salah satu penyebab kematian dengan angka yang cukup besar di dunia. Lalu, mengapa kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari?

    Rupanya, hal ini adalah sebuah analogi, Kawula Muda. Melansir Medical News Today, penelitian menunjukkan bahwa ada dua ancaman yang lebih besar dari obesitas, yaitu kesepian dan isolasi sosial.

    ilustrasi kesepianPeneliti menemukan fakta baru bahwa kesepian sama bahayanya dengan merokok 15 batang sehari (UNSPLASH)

    Kesepian dapat berpotensi depresi dapat memicu pikiran-pikiran bunuh diri, Alzheimer, dan demensia. Selain itu, kesepian dapat mengurangi kekebalan tubuh dan masalah kardiovaskuler yang dapat menyebabkan risiko seseorang terjangkit penyakit kronis seperti jantung, loh. 

    Seseorang yang mengalami kesepian dan tidak memiliki siapa pun bersamanya berpotensi meningkatkan risiko adanya disfungsi biologis, tekanan psikologis, dan masalah perilaku. Sementara penelitian lain mengaitkan isolasi sosial dan kesepian dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker.

    Hal inilah yang menimbulkan fakta bahwa kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari, bahkan lebih berbahaya dari obesitas.

    Profesor Julianne Holt-Lunstad Ph.D. yang melakukan penelitian akan hal ini mengatakan, studi yang dilakukan dengan lebih dari 300.000 orang dewasa ini menunjukkan hasil yang memprihatinkan. 

    “Ada bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini, dan besarnya risiko melebihi banyak indikator kesehatan terkemuka,” ucap Profesor Julianne.

    “Memang, banyak negara di dunia sekarang menyarankan kita menghadapi 'epidemi kesepian’, tantangan yang kita hadapi sekarang adalah apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya,” tambah Profesor Julianne.

    Bahkan, pada usia lanjut, kesepian dapat menjadi sebuah penyakit yang mengkhawatirkan. Hal ini tentu lebih berbahaya mengingat orang tua adalah pihak yang paling rentan mengalaminya. 

    Lebih lanjut, Profesor Julianne mengatakan bahwa orang dewasa yang lebih tua seharusnya tidak hanya mempersiapkan implikasi finansial dari pensiun, tetapi juga untuk implikasi sosial, mengingat bahwa hubungan sosial banyak orang dewasa berasal dari tempat kerja.

    Orang yang kesepian 50 persen lebih mungkin meninggal lebih cepat 

    via GIPHY

    Data dari meta-analisis pertama yang dihasilkan oleh Profesor Julianne, tertera bahwa risiko kematian dini 50 persen akan lebih rendah pada orang dewasa yang punya pola hidup sehat dengan bersosialisasi dibandingkan dengan mereka yang terisolasi secara sosial.

    Pasalnya, kesepian sudah menjadi sebuah epidemi yang berkembang dalam masyarakat akhir-akhir ini, seperti seseorang yang berada di hadapan orang lain dan tetap merasa kesepian.

    Melansir CNN, peneliti menemukan perasaan kesepian dapat memicu aktivitas di beberapa bagian otak yang menyebabkan rasa sakit secara fisik. Saat merasa kesepian, tubuh akan mengirimkan sinyal pada otak bahwa terdapat ancaman untuk bertahan hidup.

    Keberadaan teman dapat menurunkan stres, mencegah depresi, dan mendatangkan banyak manfaat lainnya. Namun yang menyedihkan, banyak orang kehilangan kontak dengan teman-teman lama mereka dan sampai saat ini, mereka belum mendapatkan pengganti yang bisa menggantikan posisi teman lama itu. 

    Hal tersebut yang kemudian dapat membuat seseorang terjebak dalam depresi dan menyebabkan penyakit fisik lainnya.

    Tidak Hanya Kesepian dan Merokok, Kebiasaan Ini Sebabkan Penyakit Kronis yang Lebih Mematikan

    Ilustrasi RokokIlustrasi Rokok, salah satu penyebab penyakit yang mematikan bagi tubuh (UNSPLASH)

    Kawula Muda, kata para peneliti, tubuh dan jiwa lo terhubung. Jadi, jika salah satunya terganggu, akan menyebabkan efek kepada yang lainnya juga.

    Faktanya, tidak hanya kesepian yang perlahan dapat membunuh lo. Gaya hidup seperti terlalu banyak duduk, kurang tidur, tanning atau berjemur secara berlebihan, dan pola makan yang buruk juga sama mematikannya.

    Duduk sepanjang hari dapat meningkatkan risiko sakit kanker yang berbeda berdasarkan sebuah studi pada 2014. Diketahui, melansir Uzone Rabu (30/11/2022), setiap kenaikan dua jam dalam waktu duduk dapat meningkatkan risiko orang terhadap kanker usus, endometrium, dan paru-paru.

    Tidak hanya itu, kurang tidur dapat meningkatkan risiko stroke, dan serangan jantung ke tingkat yang sama seperti penggunaan rokok biasa.

    Lain halnya dengan tanning atau menggelapkan kulit. Banyak orang menilai bahwa tanning tampak seperti versi berjemur yang lebih terkontrol, tetapi rupanya hal ini bisa berpotensi lebih berbahaya daripada merokok dan kesepian, loh. 

    Ditambah lagi, gaya hidup dengan mengonsumsi makanan olahan manis dan olahan yang mengandung lemak jenuh tinggi dapat menyebabkan orang terkena penyakit fatal. Pada 2016, peneliti yang mempelajari risiko kematian akibat pola makan yang buruk, menyimpulkan tingkat kematiannya melebihi konsumsi alkohol, narkoba, hubungan seks tanpa kondom, dan gabungan tembakau.

    Ngeri banget, Kawula Muda!

    Editor Team

    COMMENT