Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Mar 05 2022

    Mengapa WHO Tetapkan Batas Aman Volume Musik di Konser?

    Lo suka dengerin musik di volume berapa, Kawula Muda?

    Ilustrasi konser (UNSPLASH/Dannyhowe)

    Musik yang menggelegar dengan sound system yang (bisa saja) hampir mencapai volume maksimal menjadi salah satu ciri khas konser musik hingga acara-acara yang melibatkan musik lainnya. Musik yang sangat kencang pun biasa ditemui di berbagai tempat, misalnya di klub malam, diskotek, hingga bar. 

    Bahkan, muncul di media sosial video yang menggambarkan ketika mengunjungi tempat-tempat tersebut, seseorang akan terus bertanya, “HA?” Hal itu dikarenakan mereka tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh temannya akibat suara musik yang begitu kencang. 

    Ilustrasi Konser MusikIlustrasi konser musik (UNSPLASH/Anthony DELANOIX)

      

    Walaupun bagi sebagian orang musik yang kencang akan memeriahkan suasana, organisasi kesehatan dunia WHO rupanya tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

    Lewat studi terbarunya, WHO menyebut 40 persen remaja hingga dewasa muda yang berusia 12 hingga 35 tahun telah terpapar tingkat suara yang berpotensi merusak. Akibatnya, anak-anak muda disebut berisiko kehilangan pendengaran mereka usai terpapar volume suara yang terlalu tinggi tersebut.

    via GIPHY

    Hal yang unik dari penemuan tersebut adalah yang justru menghadapi risiko tersebut justru mereka yang berada di negara-negara penghasilan menengah hingga tinggi. Jika diteliti lebih lanjut, hal itu terkait dengan tingkat ekonomi yang lebih maju sehingga memungkinkan anak-anak muda tersebut menghadiri konser musik akbar yang meriah hingga masuk ke klub-klub malam dengan audio bervolume tinggi. 

    Lantaran hal tersebut, WHO sampai menentukan batas aman baru untuk volume di konser musik, yakni 100 decibel.

    "Risiko gangguan pendengaran meningkat karena sebagian besar perangkat audio, tempat dan acara tidak menyediakan opsi mendengarkan yang aman," jelas Direktur WHO untuk Departemen Penyakit Tidak Menular, Bente Mikkelsen dikutip dari Suara pada Sabtu (05/03/2022).
    Yuk, jaga kesehatan pendengaran lo, Kawula Muda! 

    Editor Team

    COMMENT