Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 28 2021

    Pasien Covid-19 Alami Gejala Sesak Napas? Ini Pertolongan Pertamanya!

    Jangan lupa untuk selalu jaga protokol kesehatan dan melakukan 5M, ya Kawula Muda

    Tabung Oksigen (bisnis.tempo.co)

    Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia tentu membawa dampak tersendiri pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, serta sulitnya oksigen di beberapa daerah. 

    Oksigen adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan untuk pasien Covid-19 dalam menangani gejala sesak napas dengan saturasi oksigen di bawah angka 95 persen. Jika tidak ditangani dengan baik maka pasien Covid-19 bisa mengalami gagal napas hingga menyebabkan kematian. 

    Pasien yang mengalami sesak napas sebenarnya harus mendapat pertolongan dari petugas medis dan segera mendapat bantuan oksigen. 

    Menurut Dokter Emergensi, Tri Maharani, pasien sesak napas harus segera mendapat oksigen, sambil menunggu petugas medis beberapa hal ini bisa dilakukan.

    Berikut adalah tips-tips untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien Covid-19 tersebut.

    Tidak melakukan mobilisasi atau perpindahan.

    Tri mengatakan, pertama, pasien Covid-19 yang sesak napas tidak boleh berpindah atau melakukan mobilisasi dan harus diam di kamar. Kemudian pihak keluarga bisa menghubungi pusat medis untuk meminta pertolongan pertama dan biasanya petugas kesehatan akan datang dengan ambulans dan oksigen. 

    "Mereka pihak keluarga harus menghubungi puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan lainnya agar pasien segera tertolong," ujar Tri.

    Tri juga menjelaskan bahwa pasien Covid-19 yang butuh oksigen adalah mereka dengan saturasi oksigen dibawah 95 persen. Jika saturasi oksigen di bawah 90, maka harus mendapat bantuan ventilator. 

    Posisi pasien Covid-19

    Beberapa posisi ini bisa membantu melancarkan aliran nafas, di antaranya duduk di kursi dengan kedua kaki menyentuh lantai jika pasien tersebut masih dalam keadaan sadar. 

    Apabila dalam keadaan tidak bisa duduk sama sekali maka disarankan untuk berbaring secara telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan. 

    "Kalau kuat duduk maka segera duduk untuk mengurangi sesak napas. Kalau enggak kuat duduk, bisa telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan," ujar Tri.

    Pasien tidak sadarkan diri

    Dalam kondisi ini maka pihak keluarga bisa membantu membuat jalur napas dengan membuat pasien dalam posisi head thin chin lift. 

    "Head thin chin lift bisa membantu membuka jalan napas pada pasien sesak napas yang tidak sadarkan diri, segera minta pertolongan medis sesegera mungkin jika pasien hilang kesadaran," jelas Tri.

    Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkan satu telapak tangan pada dahi pasien dan tekan ke bawah, sehingga posisi kepala pasien jadi tengadah dan penyangga lidah mengarah ke depan. 

    Kemudian pegang dagu pasien dan angkat juga dorong tulangnya ke depan, mulut pasien yang dalam posisi terbuka ini bisa membuka jalur napas. 

    Segera hubungi Public Safety Center (PSC) di nomor darurat 119 jika ada pasien Covid-19 dengan gejala sesak napas.

    Editor Team

    COMMENT