Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 27 2021

    Sering Luangkan Waktu untuk "Me Time", Salah Satu Kunci Keberhasilan Bos Google Sundar Pichai

    Kawula Muda, ambisi Sundar Pichai perlu diikuti nih!

    Bos Google, Sundar Pichai. (Dok. AFP)

    Kawula Muda, mesin pencarian terpopuler di dunia, Google, memiliki cerita yang menarik di balik kesuksesannya. Salah satu sosok yang berperan penting dalam perkembangan perusahaan tersebut bernama Sundar Pichai. Ia adalah CEO Google dan Alphabet (perusahaan induk Google).

    Pria berusia 49 tahun itu mempunyai latar belakang dan perjalanan karier yang menyenangkan. Melansir TEMPO.co, Pichai mulai menginjak Google sejak tahun 2004 di mana dirinya ditugaskan menjadi kepala manajemen dan pengembangan produk.

    Proyek pertamanya adalah membuat mesin pencari Google mudah diakses melalui browser Microsoft Internet Explorer dan Mozilla Firefox.

    Kemudian, dirinya ditarik untuk mengembangkan browser Google yang dirilis sejak tahun 2008 lalu yaitu Google Chrome. Ia pun dikabarkan mendapatkan promosi pada tahun yang sama sebagai wakil presiden pengembangan produk. Di sinilah kontribusi besar Pichai semakin terlihat oleh publik. 

    Pada tahun 2012, ia diangkat menjadi wakil presiden senior di Google. Kemudian, tahun 2014, Pichai menjadi kepala produk di Google dan sistem operasi smartphone AndroidPun Pichai disebut-sebut menjadi sosok yang berpengaruh dalam negosiasi akuisisi perusahaan otomatisasi rumah, Nest Labs, senilai US$3,2 miliar.

    CEO Google, Sundar Pichai, hobi bermain kriketCEO Google, Sundar Pichai, hobi bermain kriket. (Dok. PTI)

     

    Di balik perjalanan "mulus" itu, Pichai rupanya memiliki latar belakang pendidikan yang sangat berbeda. Ia memperoleh gelar Sarjana di bidang teknik metalurgi dari Indian Institute of Technology Kharagpur.

    Setelah itu, ia memutuskan untuk mengambil gelar Magister di Stanford University untuk belajar ilmu material dan teknik. Tak puas, ia kembali melanjutkan pendidikannya dan mengikuti program MBA dari Wharton School of the University of Pennsylvania.

    Setelah menyelesaikan program MBA, Pichai dinobatkan sebagai Siebel Scholar dan Palmer Scholar. Sebuah bukti bahwa dirinya merupakan lulusan yang berprestasi.

    Pria berdarah India itu kerap kali mendapat tawaran pekerjaan yang besar. Microsoft dan Twitter pun diketahui menjadi salah dua perusahaan yang sempat berusaha "menarik" Pichai dari Google.

    Kesuksesan Pichai dalam mengembangkan Google tentunya membuat banyak orang penasaran, apa saja rahasia di balik kesuksesannya itu. 

    "Saya punya banyak waktu untuk membaca. Saya banyak memproses. Saya membaca apa pun yang bisa saya dapatkan. Saya membaca karya Charles Dickens. Teman-teman, bermain kriket jalanan, membaca buku—itu adalah totalitas kehidupan. Saya tidak pernah merasa kekurangan apapun," tuturnya.

    Selain hobi membaca buku dan bermain kriket, bos Google itu menyebut bahwa dirinya membiasakan diri untuk meluangkan waktu sendiri (me time) ketika bangun tidur. Tak menyebut dirinya morning person, Pichai bangun di pagi hari pukul 06.30 hingga pukul 07.00 pagi. 

    Kalau Kawula Muda punya hobi apa, nih? 

    Editor Team

    COMMENT