Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 04 2021

    Studi Buktikan Vaksinasi Covid-19 Dapat Menjaga Kesehatan Mental Seseorang

    Kawula Muda, lo udah divaksin belum?

    Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (PIXABAY)

    Kawula Muda, adanya pandemi Covid-19 di dunia tentunya memengaruhi kesehatan mental semua orang. Terlebih lagi saat diberlakukannya lockdown atau PSBB Darurat kemarin. Rasa-rasanya, kekhawatiran begitu menghantui setiap pikiran.

    Meskipun data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan sudah ada 52.683.950 penduduk di Indonesia yang menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua per 3 Oktober, tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa virus corona ini masih ada.

    Namun, vaksinasi Covid-19 tetap menjadi satu-satunya harapan setiap insan di seluruh dunia. Melansir WartaEkonomi, sebuah studi mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak hanya dapat meningkatkan kekebalan tubuh, melainkan juga bisa memberi dampak baik bagi kesehatan mental. 

    Studi itu diterbitkan dalam jurnal PLos One, di mana data-data tersebut menunjukkan bahwa orang yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan terhadap kesehatan mentalnya. Peneliti tersebut meninjau orang-orang yang telah menerima dosis pertama pada Desember 2020 hingga Maret 2021.

    Pasalnya, tanda-tanda seseorang mengalami depresi ringan hingga berat tidak begitu ditunjukkan oleh orang-orang yang telah divaksinasi, jika dibandingkan dengan mereka yang sama sekali belum mendapatkan vaksin.

    Memang belum ada bukti konkret bagaimana vaksinasi Covid-19 begitu berpengaruh kepada kesehatan mental setiap orang yang menerimanya. Namun, bisa jadi salah satu faktornya adalah tingkat kecemasan seseorang akan Covid-19 lebih berkurang.

    "Orang yang divaksinasi mungkin tidak terlalu khawatir terinfeksi (Covid-19). Mereka mungkin menjadi lebih aktif secara sosial, atau berani mencoba peluang kerja baru," tulis para peneliti, melansir Huff Post.

    Selain itu, peneliti juga mengatakan bahwa temuannya kali ini bisa dipahami sebagai "efek langsung jangka pendek dari mendapatkan dosis pertama vaksin (Covid-19)".

    Kawula Muda setuju enggak, nih, dengan hasil studi tersebut?

    Editor Team

    COMMENT