Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Aug 14 2022

    Studi Menyebutkan Facebook Enggak Laku di Gen Z, Kenapa?

    Kawula Muda masih ada yang main Facebook?

    Ilustrasi aplikasi Facebook. (PIXABAY)

    Facebook adalah salah satu media yang menandai era awal sosial media. Belakangan Facebook kerap dikaitkan dengan penggunanya yang berusia tua. Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah studi dari Pew Research Center, Facebook ditinggal pengguna internet dari gen Z.

    Studi tersebut digelar pada 14 April hingga 4 Mei dan diterbitkan pada 8 Agustus. Respondennya mencakup sekitar 1.316 warga AS yang berusia 13 hingga 17 tahun sambil membandingkannya dengan kondisi pada 2014-2015.

    Hasil studi tersebut menyebutkan, orang-orang yang berusia 13-17 tahun masuk dalam kategori minoritas pengguna Facebook, jumlahnya bahkan kurang dari 40 persen, yakni hanya sebesar 32 persen.

    Angka ini jelas berbeda dengan capaian Facebook yang pernah sangat dicintai anak muda pada masanya. Survei sebelumnya dari 2014-2015 pengguna usia tersebut mencapai angka 71 persen, capaian tersebut bahkan mengalahkan Instagram dan Snapchat.

    Lebih detail, pada saat itu Facebook merajai sosial media, serta jauh mengungguli para pesaingnya seperti Instagram (52 persen), Snapchat (41 persen), Twitter (33 persen), Tumblr (14 persen).

    ilustrasi facebookIlustrasi Facebook. (PEXELS)

    Menurut seorang pembuat konten gen Z, Jules Terpak, menyebutkan bahwa remaja saat ini tidak lagi menemukan nilai di Facebook.

    Bagi mereka, saat ini banyak media sosial yang tidak perlu lagi mengelompokkan orang dalam hubungan mereka.

    "Sekarang ada lebih dari lima platform media sosial yang diposisikan dengan kuat untuk di-scrolling tanpa henti dan tidak berkelanjutan untuk pikiran kita mengelompokkan atau memprioritaskan hubungan kita dengan mereka semua," kata Terpak, dilansir dari Tech Crunch, Jumat (12/8/2022).

    Lebih lanjut, Terpak mengatakan bahwa orang harus menghilangkan platform yang telah kekurangan nilai.

    "Demi waktu dan kewarasan, orang harus menghilangkan platform yang telah kekurangan insentif nilai tambah," lanjutnya.

    Kendati angka penurunan penggunanya masih agak stagnan, penurunan pengguna Facebook dari kategori demografis utama ini jelas mengkhawatirkan. Pasalnya bisnis iklan di Facebook merupakan penyumbang terbesar pendapatannya.

    Editor Team

    COMMENT