Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 13 2021

    Terbukti Punya Manfaat Baik untuk Ingatan, Studi Ungkap Game Bisa Atasi Dementia dan Alzheimer

    Kawula Muda, siapa yang selalu suudzon kalau denger anak kecil main game?

    Ilustrasi bermain game. (Dok. MENTALDAILY)

    Kawula Muda, bicara soal game memang menjadi salah satu isu kontroversial untuk perkembangan sang buah hati. Alih-alih berdampak negatif, rupanya sebuah riset telah menemukan manfaat-manfaat baik dalam bermain game

    Melansir IDNTimes, game tak semata-mata hanya untuk menghibur setiap orang. Namun, telah dibuat sedemikian rupa untuk menjadi sesuatu yang berguna dalam aspek lain pula.

    Berbagai studi membuktikan bahwa game memiliki andil dalam perkembangan memori atau daya ingat. Misalnya saja pada penelitian yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience, setidaknya ada 27 sukarelawan yang diminta untuk bermain Super Mario 64.

    Game tersebut rupanya terbukti mampu menginduksi perubahan struktural di bagian otak yang tentunya juga memiliki fungsi eksekutif otak dan memori spasial.

    Penulis utama studi tersebut, Dr. Marc Palaus, Ph.D. juga mengungkapkan bahwa pengalaman bermain game saat kecil mampu membuat seseorang bisa lebih fokus pada suatu rangsangan. Tentunya game menjadi resep ajaib untuk memperkuat keterampilan kognitif seseorang.

    Game 3D mempercepat ingatan terbentuk

    bermain game smartphoneIlustrasi bermain game. (PIXABAY)

     

    Game biasanya hadir dengan jenis yang berbeda-beda. Salah satunya hadir dalam bentuk dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

    Penelitian dari University of California pun memilih mahasiswa nongamer untuk bermain game 2D seperti Angry Birds, serta game 3D yang rumit seperti Super Mario 3D World. Seluruh mahasiswa tersebut diminta untuk bermain game tersebut selama tiga puluh menit per hari, selama dua minggu.

    Kemudian, tes ingatan pun dilakukan. Hasilnya, nilai mahasiswa yang bermain game 3D dinyatakan meningkat. Sementara, para nongamer tidak mengalami peningkatan sama sekali.

    Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa bermain game tidak memengaruhi kecerdasan seseorang. Namun, biasanya, para gamer menjadi lebih mahir dalam mengendalikan diri dan mengatur jadwal.

    Game mampu lawan dementia dan Alzheimer

    Penelitian dalam American Association for the Advancement of Science mengatakan bahwa game strategi mampu meningkatkan fungsi otak orang tua. Pun game bisa menjadi senjata ampuh seseorang dalam melawan dementia dan Alzheimer. Game tersebut mencakup real time strategy (RTS) seperti Rise of Nations hingga adaptasi digital board game seperti Settlers of Catan, Ticket to Ride, dan permainan catur.

    Kalau menurut kamu, apalagi dampak baik dari bermain game, nih?

    Editor Team

    COMMENT