Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Dec 16 2020

    Viral! Terekam Video Seekor Dinosaurus Tengah Dijinakkan dan Diturunkan dari Truk di Jawa Timur

    Hai Kawula Muda, ini bukti kalau orang Indonesia kreatif-kreatif!

    Video viral penjinakkan Dinosaurus Triceratops di Jawa Timur. (TANGKAPAN LAYAR)

    Sebuah video yang merekam seekor dinosaurus tengah diturunkan dari sebuah truk dan dijinakkan oleh beberapa orang menghebohkan warganet baru-baru ini. Terlihat juga beberapa aparat ikut mengamankan proses penjinakkan dinosaurus tersebut.

    Dalam video yang diunggah oleh akun twitter All About Magetan @magetanbanget pada Senin (14/12/2020) itu, telihat lokasi penjinakkan dinosaurus jenis Triceratops tersebut berada di Mojosemi Forest Park, Magetan, Jawa Timur.

    Hingga Rabu (16/12/2020) pagi, unggahan video All About Magetan ini telah ditonton oleh lebih dari 211.000 kali, mendapat 2.900 likes, 1.400 retweet, dan 365 komentar.

    Komentar warganet umumnya mempertanyakan apakah dinosaurus tersebut asli atau bukan.

    Video promosi karya anak bangsa

    Terlihat sangat real, ternyata hewan yang sudah punah ratusan tahun itu bukanlah asli, melainkan sebuah atraksi salah satu arena di Mojosemi Forest Park, di Magetan, Jawa Timur.

    Melansir Kompas.com, perwakilan pengelola Mojosemi Forest Park, Nanang Sedayu, mengatakan kalau video tersebut diambil pada Senin (14/12/2020).

    Nanang mengatakan, video tersebut merupakan promosi dari pihak pengelola untuk memperkenalkan wahana baru yang ada di tempat wisata mereka.

    Ia juga mengatakan, di Dinosaurus Park terdapat 15-20 spesies dinosaurus yang dipamerkan kepada pengunjung. Ada T-Rex, dinosaurus leher panjang, dan yang viral itu, Triceratops.

    Hebatnya, Triceratops yang tampak asli tersebut adalah merupakan buatan tangan anak bangsa.  Bahkan wahana dinosauraus adalah buatan lokal, bukan diimpor dari luar negeri ataupun dari studio film Jurassic Park.

    “Dulu, kami memang pernah impor bahan-bahannya, kemudian kami pelajari. Begitu sudah ketemu, kami produksi sendiri,” ujar Nanang.

    Editor Team

    COMMENT