Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Jun 23 2021

    105 Orang di Gedung DPR Positif COVID-19, Sejumlah Rapat Ditiadakan

    Kawula Muda, Gedung DPR kembali jadi sorotan nih

    Rapat di Gedung DPR RI. (INSTAGRAM/DPR_RI)

    Kasus positif COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 105 orang datang dari Gedung DPR RI.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menyatakan 17 di antaranya merupakan anggota DPR RI.

    "Untuk keseluruhan berjumlah 105 orang. Untuk anggota ada 17 orang. Selebihnya tersebar di tenaga ahli, cleaning service, Pamdal [petugas Pengamanan Dalam], dan ASN [Aparatur Sipil Negara]. Jadi di luar yang 17 itu tersebar di beberapa lini," kata Indra kepada wartawan, Rabu (23/6), seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

    Dua komisi DPR RI yakni Komisi VII dan Komisi VIII pun diketahui tengah melakukan lockdown saat ini. Sementara untuk Komisi I telah melakukan lockdown pekan lalu, dan kembali menggelar rapat.

    Berbeda dengan Komisi V dan Komisi III yang menunda agenda-agenda rapat dengan mitra kerja, hingga beberapa pekan ke depan.

    Ged dprGedung DPR. (INSTAGRAM/DPR_RI)

    "Komisi I sudah mulai kembali rapat-rapat karena ada beberapa agenda, karena sesuai dengan siklus anggaran di masa sidang ini, komisi-komisi harus menyelesaikan tugas pembahasan anggaran bersama mitra-mitra," tambah Indra. 

    Pihaknya juga mengatakan bahwa akan terus menelusuri terkait penularan COVID-19 yang mulai memasuki Gedung DPR RI. Pasalnya, setiap data yang masuk akan langsung dilaporkan ke pimpinan DPR untuk dievaluasi. 

    Dengan adanya kasus ini, DPR RI memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam gedung harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    Salah satunya, rapat hanya boleh dihadiri maksimal 20 persen dari kapasitas.

    Indra menambahkan, "Pimpinan AKD plus masing-masing perwakilan satu fraksi dan kami memperketat sekali tamu yang datang. Sesuai dengan surat yang kami kirimkan kepada kementerian [atau] lembaga, yaitu hanya dihadiri oleh menteri, dua pejabat eselon satu dan dua pejabat eselon dua."

    Editor Team

    COMMENT