Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Apr 26 2021

    22 Bandara di Indonesia Telah Sediakan Layanan Tes GeNose C19

    Hai Kawula Muda, makin bertambah nih jumlah bandara yang sediain layanan GeNose.

    Ilustrasi suasana ruang tunggu bandara. (FREEPIK)

    Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, hingga saat ini sudah 22 bandara yang telah menerapkan alat deteksi Covid-19, GeNose.

    Ke depan, Kemenhub menargetkan alat deteksi berbasis embusan napas tersebut bisa diterapkan di 100 bandara di seluruh Indonesia.

    “Kita akan menerapakan ini hingga mendekati 100 bandara agar sampai ke Indonesia Bagian Timur. Saya sudah minta kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan UGM untuk membahas hal tersebut,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam keterangan resminya, Minggu (25/4/2021).

    Berikut daftar 22 bandara yang sudah menyediakan layanan GeNose C19.

    1. Yogyakarta (YIA)
    2. Palembang (PLM)
    3. Bandung (BDO)
    4. Surabaya (SUB)
    5. Bali (DPS)
    6. Batam (BTH)
    7. Samarinda (AAP)
    8. Pangkal Pinang (PGK)
    9. Tanjung Pandan (TJQ)
    10. Jambi (DJB)
    11. Makassar (UPG)
    12. Gorontalo (GTO)
    13. Palu (PLW)
    14. Pontianak (PNK)
    15. Lampung (TKG)
    16. Tanjung Pinang (TNJ)
    17. Balikpapan (BPN)
    18. Tarakan (TRK)
    19. Sentani (DJJ)
    20. Tambolaka (TMC)
    21. Banjarmasin (BDJ)
    22. Banyuwangi (BWX)

    Cepat, tidak sakit, dan murah

    Budi Karya juga mengungkapkan, jumlah penggunaan GeNose C19 di bandara sudah mendekati 100.000 orang, sedangkan jumlah penggunaan C19 di 44 stasiun sudah lebih dari 500.000 orang.

    Menurut dia, alat deteksi Covid-19 buatan anak bangsa ini patut untuk dibanggakan, terutama karena tiga keunggulan yang dimilikinya yaitu cepat, tidak sakit, dan murah.

    Penerapan tes GeNose di simpul-simpul transportasi diatur dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

    Hal itu juga sebagai tidak lanjut dari SE Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19.

    Budi Karya juga mengingatkan, agar pelayanan tes deteksi Covid-19, baik itu menggunakan GeNose C19  atau lainnya, yakni PCR dan Rapid Test Antigen, harus dilakukan dengan serius. Hal itu untuk memastikan bahwa para penumpang yang bepergian benar-benar negatif Covid-19.

    Editor Team

    COMMENT