Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Sep 05 2020

    3 Pengelola Bioskop Ajukan Proposal Pembukaan, Berani Nonton?

    Hai Kawula Muda, dengan kondisi kayak gini, kira-kira aman enggak ya nonton ke bioskop?

    Ilustrasi popcorn camilan di bioskop. (FREEPIK)

    Beberapa waktu terakhir ramai beredar wacana tentang bioskop akan mulai dioperasikan kembali, baik di Jakarta ataupun di beberapa kota lainnya.

    Tiga manajemen pengelola jaringan bioskop di Indonesia telah mengajukan proposal untuk pembukaan bioskop di ibu kota. Tiga manajemen tersebut adalah CGV, XXI, dan Cinepolis.

    Hal itu disampaikan Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Bambang Ismadi.

    “Hingga hari ini sudah ada tiga manajemen bioskop yang mengajukan proposal,” ujar Bambang seperti dikutip dari Media Indonesia, Jumat (4/9/2020).

    Dikatakan, satu proposal di antara tiga manajemen itu sedang dipersiapkan untuk dibahas bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, dua lainnya akan menunggu giliran.

    Hal itu bisa jadi terkait dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu yang akan mengizinkan bioskop beroperasi lagi.

    Dijelaskan Bambang, satu proposal sudah didisposisi pimpinan, menunggu untuk dipresentasikan di hadapan tim gabungan. Jadi, pengajuan bukan per lokasi, melainkan per manajemen dan satu manajemen bioskop mewakili beberapa lokasi di Jakarta.

    Meski proposal yang diajukan adalah per manajemen yang mengelola banyak bioskop di berbagai lokasi, Bambang menegaskan survei lapangan akan tetap dilakukan oleh timnya terhadap unit bioskop-bioskop yang nanti proposalnya disetujui.

    BIOSKOPNonton film di bioskop. (FREEPIK)

     

    Ruang tertutup dan ber-AC dapat menularkan virus?

    Mengutip dari The Harvard Gazete, ternyata meskipun penularan virus SARS-CoV-2 adalah melalui doplet ada beberapa kasus Covid-19 penularannya terjadi melalui udara. Hal itu terjadi ketika partikel virus yang terkandung dalam tetesan yang lebih kecil tidak menetap dalam jarak enak kaki, dan malah menggantung serta melayang di udara.

    “Saat orang masuk ke dalam ruangan dalam cuaca panas dan fraksi udara yang diembuskan kembali meningkat, maka risiko infeksi menjadi cukup dramatis,” ujar Edward Nardell, professor of medicine and global health and social medicine di Harvard Medical School (HMS)

    Penularan melalui udara akan membuat orang semakin rentan terhadap virus yang berada di ruangan tertutup.

    Nardell menambahkan, bahwa di kantor yang ditempati oleh lima orang, saat jendela ditutup dan AC menyala, maka kadar CO2 naik tajam. Itu artinya orang yang ada di ruangan tersebut saling menghirup udara dari satu sama lain.

    Dengan kondisi saat ini yang masih tinggi tingkat konfirmasi kasus, kira-kira nonton di bioskop sudah aman belum ya?

    Editor Team

    COMMENT