Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Oct 05 2020

    4 Negara Ini Berencana Akan Gratiskan Vaksin untuk Warga

    Hai Kawula Muda, begitu vaksin Covid-19 telah lolos uji coba, negara-negara ini akan membagikannya gratis ke warga mereka.

    Ilustrasi vaksin untuk Covid-19 (FREEPIK)

    Beberapa waktu belakangan, beberapa jenis vaksin untuk Covid-19 telah mulai diuji coba di banyak negara. Ada yang menunjukkan perkembangan positif, ada pula yang pengujiannya dihentikan karena berbagai alasan.

    Di tengah upaya-upaya tersebut, sejumlah negara telah berencana akan memberikan vaksin secara gratis kepada warganya.

    Setidaknya 4 negara berikut ini sudah menyampaikan rencana tersebut.

    Jepang

    Melansir Japan Today, Kementrian Kesehatan Jepang mengungkapkan bahwa kebijakan akan memberikan vaksin gratis kepada warganya telah disetujui pada Jumat (2/10/2020).

    Kebijakan vaksin gratis tersebut akan diberikan untuk pemberian dosis pertama, karena belum diketahui harus berapa kali vaksin perlu disuntikkan.

    Seorang pejabat kementrian menyebutkan, kebijakan mengenai apakah pemberian vaksin gratis nantinya termasuk bagi penduduk asing yang tinggal di Jepang belumdiputuskan secara resmi.

    Pemerintah Jepang saat ini tengah berusaha mengamankan persediaan vaksin untuk paruh pertama 2021 yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat dengan mengalokasikan sekitar 6,4 miliar dolar AS.

    Jepang telah membuat kesepakatan dengan produsen obat Inggris AstraZeneca Pic dan produsen obat AS Pfizer Inc untuk menerima 120 juta dosis jika berhasil dikembangakan.

    Selain itu, Jepang juga bernegosisasi dengan perusahaan AS Moderna Inc untuk 40 juta dosis atau lebih.

    Australia

    Mengutip laman resmi Prime Minister of Austalia, disebutkan bahwa vaksin Covid-19 akan tersedia secara gratis bagi warga Australia sepanjang 2021. Vaksin tersebut akan tersedia jika uji coba terbukti berhasil.

    Dengan mengalokasikan dana senilai 1,7 miliar dolar AS, Australia telah mengadakan perjanjian dengan penyedia vaksin yakni Universitas Oxford/AstraZeneca dan Universitas Queensland/CSL untuk

    Nantinya, hampir seluruh vaksin akan diproduksi di Melbourne. Untuk tahap awal, vaksin akan diberikan sebanyak 3,8 juta dosis dari Universitas Oxford pada Januari dan Februari 2021.

    “Dengan mengamankan perjanjian produksi dan pasokan, Australia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerima vaksin secara aman dan efektif, jika lolos uji coba tahap akhir. Tidak ada jaminan bahwa vaksin ini akan terbukti berhasil, namun perjanjian tersebut menempatkan Austalia di antrean teratas jika pakar medis kami memberi lampu hijau pada vaksin,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

    Sementara itu, Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan, walaupun pemerintah mendukung program imunisasi ini, vaksin nantinya tidak wajib dan setiap individu tetap memiliki pilihan apakah ingin divaksin atau tidak.

    VAKSIN COVID-19Ilustrasi uji coba vaksin Covid-19. (FREEPIK)

     

    Malaysia

    Mengutip dari Channel News Asia, Kementrian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia berencana mengusulkan kepada kabinet bahwa nantinya vaksin Covid-19 akan diberikan graits bagi semua warga Malaysia.

    “Kabinet belum memutuskan, tetapi rekomendasi saya adalah setelah kami membeli vaksin Covid-19, vaksin itu harus diberikan kepada semua orang Malaysia secara gratis,” jelas Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malayasia Khairu Jamaluddin pada Rabu (19.8/2020).

    Saat ini Malaysia tengah melakukan pembicaraan dengan China terkait potensi nota kesepahaman yang akan memastikan adanya akses ke vaksin Covid-19 jika nantinya vaksin tersebut terbukti aman.

    Kementrian juga tengah bernegosiasi dengan beberapa produsen vaksin lain untuk mendapatkan dosis dengan harga terbaik.

    COVID-19Ilustrasi penelitian vaksin untuk Covid-19 (FREEPIK)

     

    Amerika Serikat

    Mengutip CNN, Jumat (16/9/2020), Pemerintah Federal tengah membuat rencana bagaimana vaksin Covid-19 didistribusikan secara gratis jika nantinya disetujui oleh Food and Drug Administration AS.

    Memasok dan mendistribusikan vaksin dianggap sebagai teka-teki logistik yang rumit dan memerlukan keterlibatan Departemen Pertahanan AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, serta bagian lain dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

    Saat ini, vaksin tengah dalam tahap uji coba dan memiliki persyaratan transportasi dan penyimpanan yang berbeda. Beberapa di antaranya memerlukan suhu yang sangat dingin. Ada pula yang perlu penyuntikan dosis kedua pada 21 atau 28 hari setelah penyuntikan yang pertama, dan beberapa butuh jarum suntik khusus.

    Kira-kira bagaimana dengan kebijakan pemerintah Indonesia ya, akankah menggratiskan juga vaksin Covid-19 bagi seluruh warganya?

    Editor Team

    COMMENT