Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jan 27 2022

    Benarkah Covid-19 Bisa Bikin Alat Vital Pria Menyusut? Ini Pendapat Para Ahli

    Hai Kawula Muda, ada info penting nih!

    Ilustrasi pria menutup separuh wajah karena malu. (FREEPIK)

    Salah satu yang ditakuti dari efek terpapar virus corona adalah mengalami kondisi Long Covid-19 atau kondisi tak normal setelah sembuh dari Covid-19.

    Jika selama ini gejala Long Covid-19 biasanya antara lain adalah rasa Lelah yang berkepanjangan, baru-baru ini ramai pemberitaan tentang seorang pria di Amerika Serikat mengklaim bahwa ukuran alat vital atau penisnya menyusut sekitar 1,5 inch atau sekitar 3,8 cm setelah ia terinfeksi Covid-19.

    Tak hanya itu, sebelum penisnya menyusut, ia juga mengaku mengalami disfungsi ereksi.

    Pria yang tak disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa ia terinfeksi Covid-19 pada Juli 2021 dengan gejala yang cukup parah. Lalu setelah keluar dari rumah sakit, dia mengalami disfungsi ereksi.

    Dikutip dari The New York Post, pria berusia 30 tahun itu mengatakan bahwa ia mengalami disfungsi ereksi secara bertahap.

    “Makin membaik setelah saya mendapat perawatan medis, tetapi tampaknya ada masalah lain yang lebih bertahan lama. Sekarang penis saya menyusut sekitar setengah inci dan menjadi lebih kecil dari ukuran rata-rata,” kata si pria.

    PISANGBuah pisang. (FREEPIK)

      

    Bagaimana tanggapan para ahli?

    Mengomentari kasus tersebut, ahli urologi dan Direktur Kesehatan Pria di Albany Medical College, New York, dr. Charles Welliver membenarkan bahwa Covid-19 bisa memiliki dampak pada alat genital pria, meskipun jarang terjadi.

    Ia menjelaskan bahwa virus Covid-19 bisa menyebabkan masalah vascular yang cukup signifikan terjadi pada pria.

    Kemudian Welliver mengutip penelitian yang menunjukkan kasus pria penderita priapisme atau ereksi terus menerus tanpa didorong gairah seksual dan disfungsi ereksi (DE) setelah tertular Covid-19.

    Ia mengatakan, ketika pria mengalami disfungsi ereksi, itu artinya mereka mengalami kekurangan ereksi untuk sementara waktu. Dan ketika itu terjadi, penisnya benar-benar mengalami penyusutan.

    Argumen Welliver juga didukung oleh dr. Asley Winter, seorang ahli urologi di Oregon, yang menyebut bahwa ada hubungan nyata antara Covid-19 dan penis.

    Penderita Covid-19 mengalami sesuatu yang disebut disfungsi endotel. Kondisi ini terjadi Ketika ada disfungsi pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah yang memiliki peran penting untuk fungsi berbagai organ.

    Ketika Covid-19 menginfeksi sel-sel vital itu, maka ia dapat merusak sejumlah organ. Winter juga mengatakan, “Karena ereksi bergantung pada aliran darah. Jadi, jika pembuluh darah itu terpengaruh (atau terganggu), Anda bisa mengalami disfungsi ereksi.”

    Editor Team

    COMMENT