Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Nov 03 2021

    Berlaku Per 2 November 2021, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 1!

    Walaupun levelnya menurun, prokes tetap ketat, ya, Kawula Muda!

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (INSTAGRAM/TITOKARNAVIAN)

    Per 2 November 2021, beberapa kawasan di Indonesia memasuki PPKM level 1. Pemerintah memutuskan untuk menurunkan level PPKM setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 yang kian menurun di tanah air.

    Masyarakat mulai mencari-cari mengenai aturan pada PPKM level 1 yang telah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Senin (01/11/2021).

    Aturan ini tertulis pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, level 2 dan level 1 Covid-19 di Jawa dan Bali. Mengutip Detik.com, berikut adalah daerah-daerah yang telah memasuki PPKM level 1:

    DKI Jakarta
    - Kepulauan Seribu
    - Jakarta Barat
    - Jakarta Timur
    - Jakarta Selatan
    - Jakarta Utara
    - Jakarta Pusat

    Banten
    - Kota Tangerang
    - Kabupaten Tangerang

    Jawa Barat
    - Kota Bogor
    - Kabupaten Pangandaran
    - Kota Banjar
    - Kabupaten Bekasi

    Jawa Tengah
    - Kota Tegal
    - Kota Semarang
    - Kota Magelang
    - Kabupaten Demak

    Jawa Timur
    - Kota Surabaya
    - Kota Mojokerto
    - Kota Madiun
    - Kota Blitar
    - Kota Pasuruan

    Adapun aturan yang tertulis pada Inmendagri No 57/2021 mengenai aturan PPKM level 1 adalah sebagai berikut:

    • Pembelajaran Tatap Muka (PTM) boleh dilakukan maksimal kapasitas 50 persen. Hal ini sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa pandemi Covid-19.
    • Sementara kapasitas PTM untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen-100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.
    • Khusus PAUD, kapasitas PTM maksimal 33 persen dan menjaga jarak minimal 1,5 meter, maksimal peserta didik 5 orang per kelas.
    • Kegiatan pada sektor non esensial dapat melakukan Work From Office (WFO) maksimal 75 persen untuk pegawai yang telah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar.
    • Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas pengunjung 100 persen.
    • Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen
    • Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka.
    • Kegiatan Dine in sudah diperbolehkan dengan ketentuan:
      - warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka sampai pukul 22.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 75 persen
      - Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi di dalam gedung atau area terbuka dapat buka sampai pukul 22.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 75 persen dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
      - Restoran dan rumah makan, atau kafe dengan jam operasional mulai malam hari, maka dapat beroperasi mulai pukul 18.00-00.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 75 persen serta skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.
    • Mall sudah kembali dibuka hingga pukul 22.00 WIB dengan kapasitas maksimal 100 persen dan wajib menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas mall. Anak-anak diperbolehkan masuk dengan didampingi orang tua. Sementara tempat bermain anak dan tempat hiburan sudah dibuka dengan syarat mencantumkan nomor dan alamat orang tua untuk kebutuhan tracing.
    • Bioskop dapat beroperasi dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kapasitas maksimal 70 persendan hanya kategori Hijau dan Kuning yang diizinkan masuk. Untuk anak-anak diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.
    • Restoran/ rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 75 persen dan waktu makan maksimal 60 menit,
    • Kegiatan di tempat ibadah maksimal 75 persen
    • Kegiatan di tempat umum seperti tempat wisata maksimal 75 persen dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining. Sementara anak di bawah 12 tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.
    • Kegiatan seni budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75% dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi
    • Kegiatan di pusat kebugaran/gym diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi
    • Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan kapasitas maksimal 100 persen dan 100 persen untuk pesawat terbang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat
    • Resepsi pernikahan diizinkan dengan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas ruangan

    Meskipun level PPKM turun, ketaatan protokol kesehatan gak boleh turun, ya! Stay safe!


    Editor Team

    COMMENT