Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Aug 04 2021

    Biaya Pengecatan Pesawat Kepresidenan Hingga Rp2,1 Miliar, Pemerintah Tidak Hamburkan Uang Negara?

    Kawula Muda, menurut lo penting enggak sih ganti cat warna Pesawat Kepresidenan?

    Pesawat Kepresidenan BBJ 2. (INSTAGRAM/ADHIMAS_AVIATION)

    Pesawat Kepresidenan belakangan ini menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, lantaran catnya telah berubah dari biru putih menjadi merah putih.

    Di media sosial, masyarakat menganggap pemerintah menghamburkan uang negara ketika faktanya banyak sekali masyarakat Indonesia yang terhambat ekonominya akibat pandemi.

    Seperti yang kita ketahui, warna biru putih pada Pesawat Boeing 737-8U3 jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sebenarnya memiliki beberapa alasan.

    Melansir merdeka.com, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi pada tahun 2014 silam pernah mengatakan, "Warna biru di dalam (memiliki) arti security penerbangan. Warna biru bisa berkamuflase sehingga bisa sama dengan warna langit."

    Dengan pergantian cat ini, melansir KOMPAS.com. mantan Komisioner Ombudsman, Alvin Lie, mengatakan bahwa pengecatan pesawat sekelas B737-800 biasanya memakan biaya setidaknya Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar. 

    "Iya, kurang lebih segitu," respons pihak Istana Kepresidenan pada Selasa (3/8/2021).

    Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, kemudian membantah opini masyarakat. Kenyataannya, pergantian cat sesuai nuansa bendera RI ini rupanya sudah direncanakan dari tahun 2019, untuk menyambut HUT RI ke-75 pada tahun 2020.

    Namun, jadwal pengecatan itu harus ditunda. "Namun, pada 2019 pesawat BBJ 2 belum memasuki jadwal perawatan rutin sehingga yang dilaksanakan pengecatan terlebih dahulu untuk Heli Super Puma dan pesawat RJ," tambah Heru.

    Tak berhenti sampai situ, Heru juga menegaskan bahwa Kementerian Keuangan telah melakukan refocusing untuk mengalokasikan APBN 2020 dan APBN 2021 secara khusus untuk pendanaan penanganan pandemi Covid-19.

    Begitu pula dengan pengecatan ini yang telah masuk dalam APBN. Menurut Heru, langkah ini juga merupakan upaya pemerintah untuk membantu sektor yang terdampak, salah satunya industri penerbangan.

    Terjawab, ya, Kawula Muda?

    Editor Team

    COMMENT