Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Oct 22 2021

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini La Nina Awal 2022

    Semoga enggak banjir ya, Kawula Muda :(

    Ilustrasi banjir (UNSPLASH/Jonathan Ford)

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini agar waspada terhadap fenomena La Nina yang diperkirakan akan datang awal 2022 mendatang.

    "Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers, Senin (18/10/2021) dikutip dari Kompas.com

    Peringatan dini tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan hasil monitor perkembangan terbaru data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. 

    Hasil monitor tersebut menunjukkan nilai anomali yang telah melewati batas La Nina yakni sebesar -0,61 pada Dasarian I atau 10 hari pertama bulan Oktober 2021. Sebelumnya, La Niina juga sempat terjadi di Indonesia pada 2020 lalu. 

     La Nina merupakan peningkatan pembentukan awan-awan hujan. Akibatnya, musim hujan pun akan terjadi lebih lama karena peningkatan curah hujan yang berkisar 20 hingga 70 persen. Hal ini pun meningkatkan terjadinya risiko ancaman bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan. 

    "Berdasarkan hasil monitoring, La Nina lemah, meskipun masih lemah, namun harus waspada. Bila nanti menjadi moderat, maka dampaknya akan lebih dari saat ini," tuturnya. 

    Bencana hidrometeorologi yang dimaksud adalah longsor, banjir, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, angin kencang, badai tropis, dan bencana lainnya. 

    "Sekali lagi, kami meminta untuk seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjut dari curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tambah Dwikorita sembari memperingatkan agar seluruh pihak, termasuk masyarakat, pemerintah pusat, serta pemerintah daerah untuk bersiap-siap akan fenomena tersebut. 

    Editor Team

    COMMENT