Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Jul 20 2022

    BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs Rasa Vanila karena Kandungan Zat Berbahaya

    Karena mengandung bahan pestisida berbahaya, Kawula Muda!

    Ilustrasi es krim Haagen-Dazz (INSTAGRAM/HAAGENDAZS_US)


    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja menarik seluruh peredaran es krim vanila merek Haagen-Dazs

    Adapun hal tersebut terkait dengan tingginya kadar Etilen Oksida (EtO). Kadar tersebut pun melebihi batas yang diizinkan oleh European Union (EU). 



    “Produk yang ditarik adalah Es Krim Rasa Vanila mereka Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup. Produk es krim dengan merek yang sama untuk kemasan 100 ml dan 473 ml yang diimpor dari Prancis terdaftar di Badan POM dan beredar di Indonesia,” tulis keterangan resmi BPOM. 

    BPOM turut menjelaskan bahwa EtO adalah jenis pestisida yang berfungsi untuk memberantas hama. Namun, pestisida tersebut tidak diizinkan untuk berada di dalam makanan karena berbahaya bagi tubuh kesehatan. 

    Apabila dikonsumsi berlebihan, seseorang dapat mengalami kolaps paru, koma, kolaps kardiovaskuler, hingga kelumpuhan pernapasan. 

    Sementara itu, beberapa negara telah melakukan penarikan es krim tersebut. Otoritas Perancis lewat RappelConso dan Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) merupakan pihak pertama yang memerintahkan penarikan tersebut. 

    Kemudian, Singapura lewat Singapore Food Agency (SFA) juga telah melakukan penarikan produk tersebut dari pasaran. 

    Di Indonesia, BPOM turut menginstruksikan agar seluruh es krim yang mengandung perisa vanila ditarik hingga produk tersebut dipastikan aman. 

    Walau begitu, varian lainnya masih dapat beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat. “Es krim merek Haagen-Dazs lainnya yang terdaftar di Badan POM tetap dapat beredar di Indonesia,” tambahnya.

    Karena itu, bagi Kawula Muda yang masih menemukan varian Haagen-Dazs yang mengandung perasa vanila, silakan lapor ke BPOM ya!

    Editor Team

    COMMENT