Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    Nov 22 2021

    Burger Tidak Sama dengan Gambar, Pria Ini Gugat KFC hingga Wajib Beri Makan 5 Panti Asuhan!

    Kalau menurut kamu bagimana, Kawula Muda?

    KFC (UNSPLASH/Aleks Dorohov)

    Erwin Sandik, seorang pria warga Palopo, Sulawesi Selatan menggugat perusahaan waralaba KFC akibat makanan pesanannya tidak saman dengan gambar produk KFC.

    Walaupun begitu, setelah dimediasi oleh pihak KFC dan kuasa hukumnya, kasus pun berakhir damai. Pihak KFC meminta maaf kepada Erwin lewat media sosialnya. 

    Selain itu, KFC juga diharuskan untuk memberi makan lima panti asuhan di Palopo selama satu bulan.

    Burger tidak sama dengan foto produkErwin Sandik menggugat KFC akibat tidak samanya makanan dengan foto makanan (SUARA.COM)

     

    Sebelumnya, pada Senin, 15 November 2021, Erwin memesan Krunchy Burger yang merupakan menu burger berisi ayam krispi, keju, serta sayuran. Saat itu, ia memesan burger lewat aplikasi online. Ia pun memiliki ekspektasi isi burger tersebut akan sesuai dengan gambar yang tertera pada aplikasi online tersebut.

    Namun, ketika pesanan tersebut datang, yang ada hanyalah roti burger berisi ayam saja. Merasa ditipu, ia pun menghubungi kontak layanan services KFC untuk mengadukan keluhan tersebut.

    "Tapi tidak bisa dihubungi. Ini sudah yang kedua kalinya saya memesan dan tidak sesuai dengan gambar," kata Erwin, Selasa, 16 November 2021 dikutip dari Suara.com. 

    Ia juga mengakui sebelumnya sempat membeli tiga paket burger dan tidak ada burger yang sesuai dengan gambar. 

    Setelah dapat menghubungi pihak KFC setelah beberapa hari, Person In Charge KFC Cabang Palopo, Ardiansyah mengatakan pihaknya telah menjelaskan kepada driver online tersebut bahwa saat itu stok sayuran sedang habis.

    Ardiansyah juga mengatakan seharusnya sesuai SOP, jika terdapat bahan baku yang kurang, maka makanan tersebut tidak dijual. Namun, ia mengklaim driver online tersebut tetap mengambil burger tanpa sayuran tersebut dan pergi. 

    "Kalau habis bahan bakunya kenapa masih dijual. Saya juga komplain tidak ada nomor yang aktif dan bisa dihubungi," tutur Erwin. 

    Karena itulah, pada Selasa, 16 November 2021, Erwin pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palopo terkait peristiwa tersebut. 

    Editor Team

    COMMENT