Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    May 11 2021

    Cegah Hoax, Facebook Berikan Tanda Untuk Pastikan Pengguna Cek Ulang Sebelum Posting

    Kawula Muda, yuk cek ulang sebelum kita menyebarkan informasi!

    metro.co.uk

    Facebook sedang melakukan uji coba inovasi baru untuk meningkatkan kesadaran penggunanya terhadap informasi apa yang mau disebarkan. Sebelum pengguna Facebook ingin membagikan sebuah informasi, akan ada peringatan untuk membaca ulang terkait materi yang ingin diunggah. 

    Hal ini dilakukan Facebook untuk mencegah adanya misinformasi dan penyebaran berita bohong dalam platform tersebut.

    Secara teknis, dalam menggunakan aplikasi Facebook, sebelum pengguna dapat menyebarkan lebih luas sebuah informasi,akan ada pesan yang meminta pengguna untuk membuka terlebih dahulu link yang ingin disebarluaskan itu. Setelah memastikan bahwa informasi yang tertera di dalamnya merupakan fakta, baru pengguna bisa menyebarkan hal itu secara lebih luas. 

    Media sosial Twitter juga sudah pernah meluncurkan hal ini setahun yang lalu, dengan tujuan yang sama yakni mencegah adanya penyebarluasan berita palsu. Pengguna Twitter diminta untuk memastikan isi informasi sebelum me-retweet berita tersebut. 

    Seperti yang diketahui, saat ini teknologi berkembang dengan pesat dan media sosial menjadi salah satu pilar informasi yang vital. Maka dari itu, baik Facebook, Twitter maupun Google, sama-sama berupaya menjadikan platformnya sebagai tempat yang ramah fakta dan terbebas dari sarana penyebaran berita palsu. 

    Faktanya, saat ini media sosial seperti Whatsapp dan Instagram yang berada di naungan yang sama dengan Facebook menjadi sarana paling sering ditemukannya berita palsu. 

    Untuk bisa membuat media sosial Facebook benar-benar bersih dari segala bentuk misinformasi tidak cukup hanya memberikan tanda kepada pengguna untuk membaca ulang postingan sebelum menyebarluaskannya namun juga dengan menghilangkan akun-akun palsu, penipuan online, serta konten-konten yang membahayakan dan ujaran kebencian. 





    Editor Team

    COMMENT