Program Unggulan

Prambors menyediakan beragam program untuk menemani hari-hari anda

    >
    Apr 11 2020

    Codex Leicester, Buku Seharga Rp 410 Miliar

    Hai Kawula Muda, ini dia buku termahal di dunia seharga Ferari langka.

    Pengusaha Bill Gates dan Codex Leicester yang dipindai. (YOUTUBE/BILL GATES)

    Bukan sembarang buku, inilah buku Codex Leicester milik seniman kenamaan Leonardo Da Vinci, yang saat ini dihargai lebih dari Rp 410 miliar. Harga yang sama dengan harga satu buah mobil Ferrari langka keluaran 1957.

    Sebenarnya buku ini tidak seperti buku kebanyakan yang rapi dan sistematis. Tidak juga seperti dokumen sederhana yang mencatat proses pemikiran.

    Jauh dari itu, justru buku ini sangat berantakan karena isinya adalah ide-ide brilian Leonardo Da Vinci. Satu lagi keunikanya, buku ini sangat bergaya khas cermin ala Da Vinci, yang dibacanya harus berbalik seperti membaca tulisan berbahasa arab dari kanan ke kiri. 

    Di dalam buku yang terbit pada 1.510 itu, tercakup teori ilmiah Da Vinci. Pria berkebangsaan Italia itu memfokuskan tulisan berdasarkan pemikirannya mengenai hal yang berkaitan dengan air, pasang surut, pusaran, bendungan, serta hubungan antara bulan, bumi, dan matahari.

    Lalu, siapakah pemilik buku ini sekarang? 

    Codex Leicester atau yang kerap disebut Hammer Codex ini awalnya diwarisi  turun-temurun.

    Buku itu berpindah tangan dari nama-nama seperti Giovanni della Porta, Giuseppe Ghezzi, Thomas Coke, 1st Earl of Leicester, dan Armand Hammer. Hingga akhirnya kepemilikan jatuh kepada Bill Gates dari 1994 hingga saat ini.

    Gates membeli buku ini bukan karena uang yang ia miliki tidak berseri. Namun, karena ia memiliki obsesi mengenai sistem kerja alam yang sudah dikupas habis melalui tulisan-tulisan Da Vinci.

    Tidak mengherankan jika pengusaha seperti Gates tertarik dengan pemikiran Da Vinci yang tertulis seperti sebuah brainstorming, dan akhirnya membelinya.

    Sebelum dibeli Gates, buku Codex Leicester juga sempat singgah di beberapa tempat seperti Minneapolis Institute of Arts, Phoenix Art Museum, serta di beberapa museum di Eropa. 

    Namun, bukan Gates namanya jika tidak berbagi. Sebagai pemilik, Gates memiliki setiap halamannya tanpa batas, kemudian ia memindainya untuk membuat versi digital.

    Naskah hasil pemindaian itu sempat ditampilkan di beberapa tempat di dunia, seperti di Venesia, Milan, dan Turin. Tahun lalu, hasil pemindaian buku tersebut dipamerkan di Galeria Uffizi di Florence, Italia. 

    Tidak hanya dipindai, buku Codex Leicester juga diterjemahkan dalam bahasa Italia modern dan bahasa Inggris. Dengan begitu masyarakat dunia jadi tahu, betapa jeniusnya sang penulis buku tersebut.

    Sungguh, karya Da Vinci ini adalah salah satu sumber pengetahuan manusia modern. Jadi, sangat pantaslah harga setinggi itu diberikan kepada buku tersebut.

    Selamat Hari Buku Nasional!

    Editor Team

    COMMENT